Minggu, 3 Mei 2026

Kediri

Dua Remaja Putri Ditangkap Satpol PP, Alasannya Bikin Petugas Geleng-geleng Kepala

LL mengaku pernah sekolah di Madrasah Aliyah (MA) di Jamsaren, sedangkan TS keluar sekolah saat duduk di bangku SMP.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Gelandangan dan pengemis yang terjaring razia didata petugas di Panti Penampungan Sosial Semampir, Kota Kediri, Kamis (22/12/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Satpol PP Kota Kediri dan kepolisian menemukan dua perempuan drop out (DO) skeolah saat menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng), Kamis (22/12/2016).

Kedua perempuan itu berinisial LL (16), dan TS (16). LL mengaku pernah sekolah di Madrasah Aliyah (MA) di Jamsaren, sedangkan TS keluar sekolah saat duduk di bangku SMP.

LL terjaring razia bersama ibunya, Sutiah (55) yang bisa mencari barang bekas.

“Daripada di rumah tidak ada teman, saya ajak mencari barang bekas,” ungkap Sutiah di penampungan Semampir.

Petugas yang menemukan ibu dan anak itu kemudian membawa ke lokasi penampungan. Petugas menyesalkan tindakan Sutiah mengajak anaknya mencari barang bekas.

“Seharusnya anaknya biar sekolah sampai selesai, dan tidak diajak mencari barang bekas," ungka Nur Khamid, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri.

Sementara itu, TS yang mengaku warga Ngampel, Kota Kediri terjaring razia karena bersama anak punk.

“Daripada keluyuran kan lebih baik menyelesaikan sekolahnya,” tambahnya.

Razia ini menjaring 27 orang gepeng, anak punk, dan pencari barang bekas. Razia digelar untuk cipta kondisi (cipkon) jelang Natal dan Tahun Baru 2017.

“Ada informasi jumlah gepeng di Kota Kediri akan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved