Berita Video

Kocak, Anak-anak Diberi Telolet 3 Bus Berurutan, Telolet Bus ke-3 Bikin Ketawa

"Anak-anak itu menunggu di tepi jalan Magelang, sekitar 50o meter dari pintu keluar Candi Borobudur," kata Fajar.

YouTube/PiniPidiPici Project

SURYAMALANG.COM - Banyak video-video jenaka yang berkaitan dengan suara Telolet dari bus yang makin populer.

Salah satunya, yang diunggah seorang pria bernama Fajar Rahman lewat akun YouTube-nya, PiniPidiPici Project ini.

Fajar mengaku video ini didapatnya saat merekam kegemaran anak-anak di Magelang saat meminta Telolet dari bus-bus yang lewat.

"Anak-anak itu menunggu di tepi jalan Magelang, sekitar 500 meter dari pintu keluar Candi Borobudur," kata Fajar, kepada SURYAMALANG.

Tak lama Fajar merekam, ada 3 bus yang lewat.

Ia tak menyangka, akan menghasilkan video yang menarik dari rekamannya ini.

"Iseng saja saya perhatikan anak-anak ini cari telolet. Saya pikir dapatnya cuma satu, eh ternyata dapat 3 bus sekaligus," cerita Fajar. 

Tiga bus itu secara berurutan memberi salam Telolet.

"Om telolet Ooom," teriak anak-anak di video yang direkam Fajar.

Bus pertama memberi Telolet.

"Om telolet Ooom," teriak anak-anak lagi melihat ada bus kembali datang.

Bus kedua pun memberi Telolet.

Tapi ada kejutan dari bus ke-3.

Bus itu memberi suara Telolet dengan irama lagu anak-anak di era 90-an, 'Abang Tukang Bakso'.

Ya, lagu yang dulu dipopulerkan oleh penyanyi anak-anak berbadan tambun dengan rambut khas poni di bagan depan, Melissa.

Masih ingat liriknya?

"Abang tukang bakso...mari-mari sini..."

Anak-anak pun lantas terkejut dan terlihat girang dengan hal ini.

Video ini juga diunggah Fajar di akun Facebook-nya, pada 17 Desember 2016. 

Fajar Rahman, yang bekerja sebagai seorang jurnalis berita olah raga di sebuah media online ini pun menulis :

Bahwa fenomena "OOM TOLELOTE OOOM!!!" nyata adanya. Rindu dan permintaan jika dikabulkan adalah indah~Magelang membuktikannya .

Lihat videonya : 

----------

Demam ‘Om Telolet Om’ hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia dan telah merembet ke luar negeri.

Di tengah kebahagiaan kecil itu, sejumlah sopir bus tak habis pikir terhadap kabar yang berhembus bahwa membunyikan klakson telolet akan dilarang.

"Mungkin yang bilang telolet dilarang itu nggak punya temen, nggak gaul," ujar Sukanta (48), sopir bus PO Agramas jurusan Jakarta-Bogor, ditemui di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (22/12).

Sukanta beranggapan bahwa pihak yang menyebut membunyikan klakson telolet dilarang hanya salah kaprah.

Menurutnya, yang salah adalah apabila klakson yang dipakai menyalahi standar yang ditentukan pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, dijelaskan bahwa ambang batas tingkat kebisingan suara klakson maksimal 118 dB(A)/desibel dan tidak boleh membahayakan pengguna kendaraan lainnya, karena suara yang ditimbulkan mengganggu konsentrasi.

Sukanta sendiri mengaku bus yang ia kemudikan menggunakan klakson sesuai standar. Dia mempersilakan pemerintah memeriksa klakson tiap kendaraan jika memang diperlukan.

"Bus itu ukuran klaksonnya memang rata-rata 117-118 (desibel)," katanya.

Di sisi lain, alih-alih melarang, Kementerian Perhubungan justru punya rencana mengadakan kontes klakson 'Om Telolet Om' dalam waktu dekat. Bagyo (34), sopir bus PO Hasta Putra rute Solo-Jakarta, menyambut baik rencana itu. Menurutnya, ini pertanda bahwa pemerintah peduli rakyat kecil.

"Bagus juga buat melepas stres sopir bus, supaya tidak bosan," katanya.

Dikatakan Bagyo, pemburu klakson telolet mulai anak-anak kecil hingga dewasa banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah.

Setidaknya, terdapat sepuluh titik pemburu telolet yang ia layani setiap hari. Dia merasa senang karena bisa membahagiakan anak-anak. (*)

Penulis: Aji Bramastra
Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved