Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Surabaya

Jenazah SPG Cantik Ini Tersangkut Akar Mangrove, Ada Luka Tusuk di Dadanya

Jenazah perempuan yang tersangkut akar mangrove di belakang warung dekat dermaga Eko Wisata Magrove Wonorejo ternyata bernama Yayuk.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Zainuddin
SURYA/Hanif Manshuri
ilustrasi pembunuhan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Jenazah perempuan yang tersangkut akar mangrove di belakang warung dekat dermaga Eko Wisata Magrove Wonorejo ternyata bernama Yayuk. Wanita malang asal Kali Bader, Taman, Sidoarjo itu bekerja sebagai SPG Matahari Royal Plaza.

Yayuk diduga dibunuh orang dekatnya. Sesuai hasil otopsi di RSUD Dr Soetomo, korban mengalami luka tusuk di dada kiri. Dua lengan korban terlihat menghitam yang diduga akibat dipegang kuat oleh pelaku.

Informasinya, korban dibunuh jauh dari lokasi penemuan jenazah. Tubuh korban sampai di dekat Dermaga Eko Wisata itu lantaran terbawa aliran air. Diduga korban usai dibunuh dibuang ke Sungai Jagir lalu terbawa arus menuju laut Pamurbaya itu.

Jenazah korban ditemukan pada Jumat (23/12/2016) dan dinyatakan hilang sejak 18 Desember 2016. Identitas korban baru terungkap jika bernama Yayuk. Jenazah korban dimakamkan di kampung asalnya di daerah Blitar pada Minggu (25/12/2016).

Pembunuhan ini diduga berlatar asmara. Sesuai postingan terakhir di facebook korban yang diunggah tanggal 15 Desember pukul 19.20 WIB berbunyi “Lanang gede omong tok”. Disinyalir, postingan itu yang menyulut amarah pelaku.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban bekerja masuk malam. Korban sempat menghubungi kakeknya dan ditawari nasi goreng sekitar pukul 23.30 WIB. Namun pada Senin (19/12) pukul 00.00 WIB, ponsel korban aktif, tapi tidak diangkat. Saat dihubungi kembali, nomor ponsel korban sudah tidak aktif.

Ketika korban tidak pulang, pihak keluarga mencari korban di Royal Plaza, namun tidak ketemu. Keluarga baru tahu jika Yayuk tewas dan jasadnya di temukan di Sungai Mangrove Wonorejo saat didatangi polisi ke rumahnya. Motor Vario dan ponsel milik korban hilang.

Kapolsek Rungkut, Kompol Dwi Heri Sukiswanto mengaku sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk keluarga dan orang dekat korban.

“Kami masih menyelidiki. Mohon doanya agar cepat terungkap,” kata Dwi Heri, Senin (26/12/2016).

Dwi Heri tidak mau spekulasi soal motif pembunuhan tersebut.

“Penyidik terus bekerja untuk menguak benang merahnya,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved