Senin, 11 Mei 2026

Surabaya

Tak Ada Lagi Pasar Maling Wonokromo, Eri Cahyadi Menjadikannya Jalan Pengurai Macet Surabaya Selatan

Tak Ada Lagi Pasar Maling Wonokromo, Eri Cahyadi Menjadikannya Jalan Pengurai Macet Surabaya Selatan

Tayang: | Diperbarui:
SURYAMALANG.COM/Bobby Constantine Koloway
CEGAH KEMACETAN - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meninjau langsung proses pengaspalan area Jalan Stasiun Wonokromo, Selasa (21/4/2026). Ia memastikan jalan ini segera difungsikan untuk mengurai kemacetan sekaligus terintegrasi dengan Stasiun Wonokromo. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengembalikan fungsi Jalan Stasiun Wonokromo. Kawasan yang dulu dikenal sebagai Pasar Maling Wonokromo kini difungsikan kembali sebagai jalan raya.

Eri Cahyadi meninjau langsung proses pengaspalan area tersebut, Selasa (21/4/2026).

Ia memastikan jalan ini segera difungsikan untuk mengurai kemacetan sekaligus terintegrasi dengan Stasiun Wonokromo.

Menurutnya, jalur tersebut akan diaspal agar dapat dilalui kendaraan secara optimal.

Selama ini, jalan tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan memicu kepadatan lalu lintas di sekitar perempatan Wonokromo.

Dengan dibukanya kembali jalur ini, arus kendaraan menuju Jalan Wonokromo–Ahmad Yani maupun ke arah Ngagel dan Jagir diharapkan lebih lancar.

"Insyaallah jalan ini akan kita aspal sehingga jalurnya lebih lebar,” kata Eri Cahyadi kepada SURYAMALANG.COM.

Ia menambahkan, pelebaran jalan ini ditujukan untuk mengurai kemacetan dari arah Jagir maupun sekitar Novotel.

Selama ini, antrean kendaraan kerap mengular hingga traffic light.

"Makanya kita perlebar jalan supaya bisa dimanfaatkan masyarakat dan mengurangi kemacetan,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Baca juga: Jaksa Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Stafnya, Polrestabes Surabaya Dalami Proses Penyelidikan

Cak Eri menjelaskan, jalan yang difungsikan memiliki lebar sekitar 4–5 meter dengan panjang kurang lebih 500 meter. Penataan juga mencakup pedestrian agar lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Ia menilai, pengembalian fungsi jalan ini merupakan bagian dari penataan kawasan yang sebelumnya tidak tertib.

Aktivitas Pasar Maling telah direlokasi ke sejumlah titik resmi, seperti sentra wisata kuliner (SWK) dan lokasi lain yang disiapkan Pemkot Surabaya.

“Kalau tidak difungsikan sebagai jalan, kemacetan akan terus terjadi. Maka kita kembalikan ke fungsi semula,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya akan mengintegrasikan kawasan tersebut dengan Stasiun Wonokromo.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved