Nasional

Makam Tan Malaka Bakal Dibawa 'Pulang Kampung', Warga Kediri Menolak

"Tan Malaka adalah raja atau pucuk suku di Minangkabau. Sehingga kami akan merundingkan lagi antara manfaat dan mudharatnya,"

Editor: Aji Bramastra
kompasiana
Tan Malaka. Pahlawan Nasional. 

SURYAMALANG.com - Pemkab Limapuluh Kota,Minangkabau, Sumatera Barat bakal mengajak Pemkab Kediri untuk melakukan musyawarah mufakat terkait rencana pemindahan Makam Pahlawan nasional Datuk Ibrahim Tan Malaka.

"Tradisi kami masyarakat Minang bukan mencari kebenaran, tapi mencari kebaikan. Kalau musyawarah itu untuk kebaikan akan kami lakukan," ungkap Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Minggu (25/12/2016).

Dijelaskan Ferizal Ridwan, ada yang perlu dipertimbangkan lagi terkait pemindahan makam Tan Malaka. Karena masih ada urusan adat yang menggantung.

Karena masalah ini kata Ferizal bakal mempengaruhi generasi berikutnya.

"Tan Malaka adalah raja atau pucuk suku di Minangkabau. Sehingga kami akan merundingkan lagi antara manfaat dan mudharatnya," ungkapnya.

Namun Ferizal sangat setuju masalah pemindahan makam Tan Malaka jangan sampai merusak tali silaturahmi antara masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kediri.

"Selain itu jangan sampai menjadi polemik bagi kedua daerah," jelasnya.

Diakui Ferizal, sejauh ini terkait rencana pemindahan makam Tan Malaka belum sampai melibatkan pihak Kementerian Sosial.

Karena fokus saat ini masih koordinasi antara Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kediri.

"Untuk urusan dengan pemerintah pusat kami nanti akan koordinasikan," jelasnya.

Meski ada sejumlah versi terkait jenasah Tan Malaka, namun Ferizal tetap yakin dengan hasil penelitian resmi yang telah dilakukan selama ini.

"Apalagi dari 14 item parameter tes DNA, hasil tes kerangka jenazah ada 9 yang memenuhi," jelasnya.

Namun yang tidak kalah pentingnya adanya hubungan darah dan panggilan gaib.

"Buktinya saat kami ziarah ke makamnya ada hal - hal aneh yang terjadi. Panggilan itu di luar akal kita," ungkapnya.

Apalagi sejak makamnya ditemukan di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kediri pada 2007 sejauh ini tidak ada para pihak yang menyanggahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved