Malang Raya
Dari 1500 Satpam di Kota Malang, Hanya Separuhnya yang Sudah Mengikuti Kompetensi
Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono menambahkan, Satpam merupakan mitra kerja Polri.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sekitar 1.500 tenaga security atau satuan petugas pengamanan (Satpam) bekerja di Kota Malang. Mereka berasal dari delapan perusahaan tenaga penyedia jasa security (industrial security) di Kota Malang, maupun dari perusahaan di luar Malang.
Ribuan tenaga security ini tersebar di sejumlah perusahaan di Kota Malang. Menurut Kepala Unit Pembinaan Keamanan Swakarsa Satbinmas Polres Malang Kota, Iptu S Suherman, dari jumlah itu separuh atau sekitar 800-an personel yang sudah mengikuti kompetensi.
"Masih separuh. Separuhnya lagi menyusul dan bertahap," ujar Suherman usai Apel HUT Satpam ke-36 di halaman Mapolres Malang Kota, Sabtu (31/12/2016).
Suherman mengakui pentingnya kompetensi itu bagi tenaga security. Sebab hal itu sebagai salah satu barometer terciptanya tenaga security yang profesional, modern, dan terpercaya (promoter). Di tenaga security, ada tiga tahapan kompetensi yakni Gada pratama, madya, dan utama.
Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono menambahkan, Satpam merupakan mitra kerja Polri.
"Rekan-rekan security membantu Polri menjaga keamanan wilayah, minimal tempat kerja masing-masing, bahkan juga membantu pengungkapan beberapa kasus tindak kriminalitas," tegas Decky.
Karenanya di ulang tahun Satpam ke-36 tahun ini, Polres Malang Kota memberikan apresiasi kepada seorang Satpam di RS Saiful Anwar Kota Malang. Satpam bernama Sholeh itu membantu pengungkapan kasus pencurian laptop di salah satu ruangan di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur tersebut.
Sedangkan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji yang menjadi inspektur upacara menegaskan peran Satpam sangat diperhitungkan. Karenanya, ia mendukung Satpam di Kota Malang mengantungi sertifikat kompetensi dalam bekerja.
"Satpam ini tidak dipersenjatai senjata api seperti polisi, namun tugas mereka sangat vital. Sehingga bagaimana mereka bisa memanfaatkan senjata berupa tongkat dan borgol demi keamanan tempat kerjanya. Beberapa satpam menjaga objek vital, dan ketika keamanan terjaga maka akan berpengaruh terhadap iklim investasi sebuah daerah," tegas Sutiaji.
Apel Satpam di Kota Malang dimeriahkan dengan atraksi dari dua kelompok Satpam yang memperagakan kemampuan memakai tongkat dan borgol untuk melumpuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/perayaan-hut-satpam-di-polres-malang-kota-sabtu-31122016_20161231_132613.jpg)