Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Pasar Bareng Sudah Siap Beroperasi, Tapi Pedagang Belum Tahu Jadwal Boyongan

Sebelum pasar dibangun, para pedagang dijanjikan akan akan kembali berjualan pada Juanuari 2017. Dia tak terlalu mempermasalahkan waktu pindah itu.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Bangunan Pasar Bareng sudah hampir rampung. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pedagang Pasar Bareng di Kecamatan Klojen belum tahu kapan akan kembali ke lokasi pasar setelah pembangunan selesai. Para pedagang masih menunggu pembangunan pasar rampung 100 persen.

Beberapa pedagang mengaku belum mendapat sosialisasi lanjutan terkait rencana pindah.

Pasar Bareng baru sudah berdiri. Beberapa pekerja masih sibuk memplester sekitar bangunan. Pagar pengaman di lantai dua belum terpasang. Tiap meja dan bedak juga sudah tempeli nomor.

Seorang pedagang, Soleh mengaku belum mendapat pemberitahuan dari Dinas Pasar tentang waktu pindah. Sebelum pasar dibangun, para pedagang dijanjikan akan akan kembali berjualan pada Juanuari 2017. Dia tak terlalu mempermasalahkan waktu pindah itu.

“Di tempat relokasi juga nyaman,” kata Soleh, Sabtu (31/12/2016).

Hal senada juga disampaikan pedagang lain, Suin. Dia belum tahu kapan akan pindah ke pasar baru yang dibangun menggunakan dana Kementerian Perindustrian sebesar Rp 8,6 miliar tersebut.

Dia mengaku belum mendapat pembagian nomor resmi.

“Dulu katanya kembali seperti tempat asal. Tapi saya juga belum tahu. Soalnya, belum menerima surat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menjelaskan Pasar Bareng belum dilengkapi Tempat Pembungan Sampah (TPS). Bangunan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

“Bangunan lain sudah siap. Penomeran juga sudah oke,” kata Wahyu, Sabtu.

Dia berusaha pedagang kembali ke Pasar Bareng pada pertengahan Januari 2017. Dinas Perdagangan masih menunggu serah terima dari kontraktor. Setelah itu dia akan menata dan membagi tempat kepada pedagang.

Karena jumlah pedagang Pasar Bareng sekitar 80-an orang, Dinas Perdagangan tidak perlu blockplan untuk mentata pedagang.

“Beberapa pedagang minta kembali ke tempat awalnya. Mungkin masalah hoki. Kami akan coba cek dan usahakan,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved