Kamis, 23 April 2026

Malang Raya

Mobil Ringsek Terseret Sepur di Kota Malang, Begini Nasib Pengemudi dan Dua Penumpang Lainnya

Kepala Polsek Sukun Kompol Sutantyo mengatakan, pandangan pengemudi terhalang pandangan gapura masuk perkantoran.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Sisi kanan mobil Suzuki Karimun ringsek setelah tertabrak kereta api pengangkut bahan bakar di Jalan Bingkil, Kota Malang, Senin (2/1/2017). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Sebuah mobil Suzuki Karimun bernopol P 766 ML tertabrak kereta api pengangkut bahan bakar minyak milik Pertamina di Jalan Bingkil, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (2/1/2017).

Mobil yang dikemudikan Prayuda Otomo tersebut dinaiki dua orang lain, yaitu istri dan anak Prayuda. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ketiga korban pun selamat tanpa terluka.

Mobil tersebut keluar dari wilayah perkantoran Pemkot Malang di Jalan Bingkil. Ketika mendekati rel, pengemudi mengaku tak menyadari ada sepur melaju arah selatan ke Depo Pertamina yang tempatnya tak jauh dari lokasi.

“Saya sudah berhenti sebelum sampai rel,” kata warga Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokawaru itu, kepada polisi di lokasi kejadian.

Prayuda mengaku sudah menghentikan mobil beberapa sentimeter sebelum rel sepur. Akan tetapi, mobil masih tertabrak dan terseret hingga beberapa meter. Akibatnya sisi kanan mobil ringsek parah. Mobil kemudian dievakuasi di dekat lokasi kejadian.

“Kalau saya maju hingga sampai rel, pasti saya luka. Tapi saya baik-baik saja,” ujarnya. Saat kejadian, ia baru saja pulang dari berkunjung ke salah satu rumah kerabat di sekitar lokasi.

Kepala Polsek Sukun Kompol Sutantyo mengatakan, pandangan pengemudi terhalang pandangan gapura masuk perkantoran. Oleh sebab itu, ia akan mengkomunikasikan kepada pihak perkantoran agar membongkar gapura.

“Nanti terserah, mau dibongkar atau diapakan tak masalah. Yang penting, jangan sampai menghalangi pandangan para pengguna jalan,” ujarnya.

Mobil Prayuda sempat mati saat berada di dekat rel sepur. Ketika kereta mau melintas, mesin mobil mati. Menurut Sutantyo, kendaraan itu mati akibat pengaruh magnet rel saat kereta sudah dalam posisi dekat.

“Pas mesin mati, pengemudi panik. Dia mencoba menghidupkan kembali mesin mobilnya. Tapi tidak menyala dan akhirnya terseret kereta api,” ungkap dia. Setelah ini, polisi juga akan meminta keterangan masinis sepur untuk mencari tahu kronologi yang lebih lengkap.

Menurut Slamet Mujanto, warga sekitar, kejadian sepur menabrak mobil di sana sering. Pasalnya, tidak ada palang pintu dan petugas penjaga. Sepanjang 2016, ada belasan kejadian semacam.

Sebelum ini, mobil salah satu pejabat pemkot juga pernah tertabrak dengan tingkat kerusakan lebih ringan. Menurut catatan polisi, dalam dua tahun terakhir, hanya kejadian ini yang dilaporkan.

“Kereta api pengangkut bahan bakar di sini melajunya memang tidak kencang. Tapi kejadiannya sering,” ungkap dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved