Senin, 18 Mei 2026

Joki UTBK Malang

Cara UM Lacak Wajah Asli Joki UTBK Lewat Dokumentasi Wisuda dan Sosmed, Jejak Digital Jadi Senjata

Panitia UM lakukan investigasi terkait perjokian di UTBK SNBT 2026, lacak wajah asli peserta lewat video MPLS sekolah sampai sosmed pribadi.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Universitas Negeri Malang (UM) mengungkap dugaan praktik perjokian pada hari pertama UTBK SNBT 2026, Selasa (21/4/2026). 
  • Berbeda dengan tahun sebelumnya yang identik dengan alat bantu elektronik, kali ini pelaku menggunakan modus pemalsuan dokumen identitas agar joki bisa masuk ke ruang ujian tanpa dicurigai pengawas.
  • Pihak kampus melakukan investigasi mendalam dengan mencocokkan data pusat SNPMB melalui teknik pelacakan sumber terbuka (OSINT), termasuk media sosial peserta.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Negeri Malang (UM) diwarnai dugaan aksi perjokian pada hari pertama, Selasa (21/4/2026).

Modus yang digunakan tergolong rapi, yakni dengan memalsukan dokumen identitas resmi agar joki dapat masuk ke ruang ujian tanpa terdeteksi oleh sistem verifikasi fisik.

Pihak kampus mengungkapkan, informasi awal diterima saat terduga pelaku joki sudah tidak berada di lokasi ujian.

Meski demikian, panitia lokal segera melakukan penelusuran lanjutan dengan mencocokkan data peserta dengan dokumen yang tersedia.

Investigasi Melalui Jejak Digital dan Media Sosial

Direktur Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), Prof Evi Elinayah, menjelaskan pihaknya melakukan investigasi mendalam setelah menerima data kecurigaan dari Panitia Pusat (Panpus) SNPMB. 

Dalam proses investigasi, panitia mencocokkan data peserta dengan album foto yang dimiliki serta identitas yang digunakan saat pendaftaran.

Dari proses tersebut, ditemukan indikasi kesesuaian antara foto pada dokumen dengan individu tertentu.

Baca juga: DPRD Tulungagung Disegel Mahasiswa, Kecewa Ingin Audiensi OTT Gatut Sunu Malah Kunker ke Malang

Penelusuran kemudian diperluas ke berbagai sumber terbuka, termasuk media sosial dan dokumentasi sekolah seperti video Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga wisuda.

Langkah ini membantu tim investigasi mengerucutkan dugaan pada satu identitas.

"Kami mencocokkan data dari Panitia Pusat dengan album peserta. Setelah menemukan foto yang identik, kami melacak wajah asli peserta melalui media sosial dan dokumentasi sekolah, seperti video MPLS atau wisuda" ujar Evi saat diwawancarai SURYAMALANG.COM secara ekslusif dalam program Saksi Kata, Rabu (22/4/2026).

Pihak kampus menegaskan telah mengantongi nama peserta yang terlibat dan telah mendapatkan klarifikasi dari beberapa pihak yang mengenal sosok tersebut.

Namun demikian, pihak kampus belum dapat mengungkapkan nama terduga karena proses investigasi masih berlangsung dan berada dalam kewenangan panitia pusat.

"Sekarang investigasi masih berjalan (underway)," imbuh Evi. 

Modus Canggih: Pemalsuan Dokumen Identitas

Hasil pendalaman sementara menunjukkan pelaku joki diduga menggunakan identitas palsu untuk mengikuti ujian.

Dokumen yang diduga dipalsukan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu peserta ujian, hingga ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved