Malang Raya
Ricuh Pedagang dan Petugas Wastib Kota Malang, 3 Pedagang Diamankan, 5 Petugas Terluka
Sopir mobil itu, Sukamto yang keluar tiba-tiba mendapatkan pukulan. Sekitar bibirnya terluka akibat pukulan itu
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Jalan Zaenal Zakse yang menjadi lokasi pasar tumpah depan Pasar Kebalen Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang tiba-tiba riuh, Rabu (18/1/2017) pagi. Keriuhan terjadi pukul 07.45 Wib, ketika salah seorang pedagang di bahu jalan itu tiba-tiba menggedor pintu mobil petugas Pengawasan dan Penertiban (Wastib) Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat (PPR) Dinas Perdagangan.
Penggedoran mobil Wastib itu berlanjut dengan permintaan pedagang supaya sopir Wastib keluar mobil. Sopir mobil itu, Sukamto yang keluar tiba-tiba mendapatkan pukulan. Sekitar bibirnya terluka akibat pukulan itu.
Ricuh terus berlanjut karena keluarga pedagang itu ikut bentrok dengan petugas Wastib yang bertahan. Beberapa orang Wastib mendapatkan cakaran dan luka lecet di tubuh, seperti dada atas dan tangan. Tidak ingin kericuhan berjalan panjang, petugas Wastib lainnya melerai kericuhan tersebut. Beberapa lainnya berlari ke Pos Polisi di dekat Klenteng Eng An Kiong.
Polisi pun datang ke lokasi kejadian. Akhirnya keributan itu bisa dihentikan. Terdeteksi lima orang petugas Wastib terluka, dan tiga orang pedagang yang diduga melakukan tindak kekerasan. Mereka semua dibawa ke Polsek Blimbing.
Keributan yang terjadi beberapa menit ini bermula ketika petugas Wastib mendatangi jalan tersebut untuk menetralkan jalan itu dari aktivitas jual beli. Jalan yang berada di depan Pasar Kebalen itu setiap dini hari menjadi lokasi berjualan.
"Menjadi pasar tumpah," ujar Agus Ahmad Saikhu, staf Bidang PPR Dinas Perdagangan kepada SURYAMALANG.COM di sela-sela mendampingi petugas Wastib di Polsek Blimbing.
Dua tahun terakhir, petugas Wastib pasar setiap pagi selalu menertibkan kawasan tersebut selepas pukul 06.00 Wib. Sebab Pemkot Malang hanya mentoleransi jalan itu sebagai pasar tumpah hingga pukul 06.00 Wib.
Setelahnya, jalan itu harus bersih dari pedagang. "Sebab aktivitas jual belinya memenuhi badan jalan, dan selalu macet karena pedagang belum membersihkan lapak jualannya," imbuhnya.
Meskipun hanya dibolehkan berjualan hingga pukul 06.00 Wib, ternyata pedagang melebihi batas waktu tersebut. Walhasil, petugas Wastib setiap pagi harus woro-woro kepada pedagang untuk membersihkan lokasi berjualan. Woro-woro biasanya dilakukan lebih dari pukul 07.00 wib.
Seperti yang berjalan pagi itu. Sebanyak 23 orang Wastib mendatangi Jl Zaenal Zakse. Sambil membawa alat pengeras suara, petugas meminta pedagang membersihkan area berjualannya dari bahu jalan.
"Tiba-tiba seorang pedagang laki-laki menggedor pintu mobil Wastib, dan meminta petugas keluar. Ketika petugas keluar, Pak Kamto (Sukamto) yang menjadi sopir dipukul. Beberapa petugas lain dicakar, karena istri dari pedagang laki-laki juga ikut-ikutan marah. Peristiwa ini seperti pecah telur, karena selama ini tidak pernah terjadi dan baru sekarang sampai terjadi ribut seperti sekarang," tegasnya.
Kelima petugas Wastib yang terluka adalah Bima Prasetyo, Udin Prasetyo, Sukamto, AHmad Danang, dan seorang petugas perempuan Melati Selmanela. Peristiwa itu pun akhirnya ditangani oleh jajaran Polsek Blimbing.
Kelima orang petugas itu menjalani pemeriksaan untuk kebutuhan visum et repertum di RS Saiful Anwar. "Untuk menentukan langkah pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kanit Reskrim Polsek Blimbing Iptu Yoyok Ucuk Suyono.
Sedangkan Kapolsek Blimbing Kompol Gatot Setiawan mengatakan pihaknya tetap akan menangani peristiwa itu.
"Tentunya kami melihat masing-masing pihak. Kalau melihat kasusnya memang ada unsur penganiayaan, meskipun ringan karena yang menjadi korban masih bisa bekerja. Tetapi kan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jadi kalaupun lanjut, mungkin pelakunya dikenakan wajib lapor," ujar Gatot.
Lebih lanjut, katanya, nantinya majelis hakim yang memutuskan bersalah atau tidaknya pedagang dalam peristiwa tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, tiga orang pedagang yang memukul dan mencakar masih satu keluarga. Mereka merupakan pedagang sayur dan pracangan di jalan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/polisi-membawa-pedagang-dan-petugas-wastib-ke-polsek-blimbing_20170118_174936.jpg)