Malang Raya
FPI Berencana Laporkan Megawati, Begini Respon PDIP Kabupaten Malang
Maschud melanjutkan sikap PDIP bukan semata-mata membela Megawati. Namun sikap ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ormas yang anti Pancasila.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Malang bersiaga menanggapi rencana Front Pembela Islam (FPI) yang akan melaporkan Megawati Soekarno Putri.
DPIP akan segera melakukan apel siaga untuk memberi dukungan kepada Ketua Umum.
“Segera ada apel siaga yang melibatkan seluruh elemen PDIP, mulai Ranting hingga Anak Ranting,” tutur Maschud, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang, Kamis (19/1/2017).
Maschud mengatakan seluruh kader dan simpatisan PDIP Kabupaten Malang dalam kondisi siaga. Pihaknya selalu menjalin komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), jika sewaktu-waktu ada perintah. Kesiapsiagaan ini sebagai bentuk dukungan secara moril maupun fisik kepada Megawati.
“Kami solid menjaga nama baik partai, dan martabat Ibu Mega. Kapan pun diperlukan, kami siap,” tambah Maschud.
Maschud melanjutkan sikap PDIP bukan semata-mata membela Megawati. Namun sikap ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ormas yang anti Pancasila. Apalagi ormas tersebut terang-terangan telah melecehkan dasar negara tersebut.
PDIP juga menuntut agar pemerintah bersikap tegas dan membubarkan FPI. Sikap ini juga sejalan dengan ormas-ormas lain yang memandang ormas tersebut anti Pancasila.
“Banyak ormas yang juga mendukung pembubaran FPI karena sikapnya yang melecehkan Pancasila. Pada satu titik, kami akan bersatu dengan mereka untuk menyuarakan pembubaran FPI,” tegas Maschud.
DPC PDIP juga akan koordinasi dengan kepolisian untuk menjaga keamanan di Kabupaten Malang. PDIP juga menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat, kyai desa, dan para ulama. Langkah ini untuk menyatukan sikap dalam rangka menghadapi gangguan kedaulatan NKRI.
Sebelumnya Pemuda Pancasila Kabupaten Malang juga menyuarakan tuntutan pembubaran FPI. Namun ada 42 organisasi Islam di Kabupaten Malang yang mendukung FPI.