Senin, 13 April 2026

Arema Malang

Curhat Dendi Santoso Setelah 9 Tahun Bersama Arema, Ternyata Ada Kisah yang Dipendamnya

Sembilan tahun silam Dendi Santoso masih canggung berada di antara pemain-pemain senior Arema.

Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Dendi Santoso, gelandang Arema Cronus berebut bola dengan Samsul Arifin, bek Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (6/11/2016). 

SURYAMALANG.com, MALANG - Sembilan tahun silam Dendi Santoso masih canggung berada di antara pemain-pemain senior Arema.

Ia harus berhadapan dengan pemain berpengalaman macam Arif Suyono dan Ahmad Bustomi saat usianya baru 18 tahun.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kini Dendi berada pada periode transisi menuju peran kedua seniornya itu.

Dengan tim dihuni banyak pemain muda, praktis pemain berusia 26 tahun itu menjadi anutan di Skuat Singo Edan.

“Saya pernah merasa canggung karena saat itu harus bergabung dengan pemain-pemain senior. Namun, lama-lama rasa canggung itu hilang berkat iklim kebersamaan di Arema. Tidak ada perbedaan antara pemain senior dan muda,” ujar Dendi.

Mengingat kisah itu, Dendi ingin meneruskan keharmonisan di Arema dalam menyambut pemain muda semisal Hanif Sjahbandi, Bagas Adi Nugroho, M Rafli, dan Nasir.

Bahkan, penyerang asli Malang itu antusias dan yakin pemain muda bisa membuat Arema makin bertaring.

“Sesama rekan di tim harus saling memotivasi, apalagi kepada pemain muda. Mereka harus didukung biar bisa berkembang lebih bagus,” tuturnya.

Keharmonisan itu berbuah kolaborasi manis senior dan junior yang berujung trofi Trofeo Bhayangkara di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (29/1/2017).

Pekerja Keras

Sejak pertama kali masuk ke tim senior Arema setelah menimba ilmu di Akademi Arema pada 2008, Dendi memang sudah kenyang pengalaman. Dia banyak bekerja sama dengan pemain senior yang da­tang dan pergi di Singo Edan.

Dendi juga banyak ditangani oleh pelatih pelatih berpengalaman selama perjalanan karier sepak bolanya.

Menurutnya, pelatih yang paling banyak berpengaruh terhadap kariernya ialah asisten pelatih Arema, Joko “Getuk” Susilo.

“Semua pelatih memberikan kesan berbeda dan memiliki tujuan untuk mengembangkan pemain. Namun, yang mungkin banyak memberikan pengaruh ialah Pak Getuk. Beliau ialah pelatih yang sering memotivasi saya saat masih di Akademi Arema,” ujarnya.

Sementara itu, Joko menilai Dendi merupakan tipikal pemain pekerja keras dan ulet dalam meraih cita-citanya saat itu. “Dia adalah pekerja keras, punya bakat sebagai pemain sepak bola andal,” tutur Joko.

Sumber: Bola
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved