Malang Raya
Cabai Memang Picu Kenaikan Inflasi di Kota Malang, Ini Penyebab Lainnya
Jika mengacu kepada data BPS Kota Malang, penyebab angka inflasi ini antara lain naiknya tarif listrik, cabai, juga tarif perpanjangan STNK.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang menjadi kota dengan angka inflasi tertinggi ketiga di Januari 2017 di Regional Jawa. Berdasarkan data dari Badan Pusat Stastistik (BPS), angka inflasi Kota Malang bertengger di 1,45 persen.
“Rangking pertama adalah Kota Surabaya, lalu Kabupaten Jember, Kota Malang, dan Cilacap. Itu se-regional Jawa. Ada 26 kota yang disurvei angka inflasinya,” ujar Dudi Herawadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Minggu (5/2/2017).
Penyebab tingginya angka inflasi ini karena mahalnya harga cabai. Jika mengacu kepada data BPS Kota Malang, penyebab angka inflasi ini antara lain naiknya tarif listrik, cabai, juga tarif perpanjangan STNK.
Dudi mengakui mahalnya komoditas cabai menjadi penyumbang inflasi di Kota Malang. Sebab harga cabai di Kota Malang pada Januari 2017 berkisar antara Rp 100.000 per kilogram (Kg).
“Saat kami ngobrol dalam blusukan, harganya sekitar Rp 125.000 per Kg,” ujar Dudi.
Karenanya, BI Perwakilan Malang melakukan sejumlah cara untuk mencegah terus naiknya angka inflasi ini. Sebab, mahalnya harga cabai di Kota Malang diprediksi hingga Maret 2017.
BI Malang bekerja sama dengan PKK Kota Malang untuk menerapkan urban farming. BI Malang memang belum memiliki lokasi percontohan urban farming tersebut. Namun sejumlah anggota PKK di Kota Malang sudah mulai menjalankan urban farming ini.
“Yang terpenting adalah tidak hanya hijau, tetapi bermanfaat. Lahan kosong di sekitar rumah tidak hanya ditanami bunga, tetapi juga cabai,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/cabai-di-pasar-besar-kota-malang_20161107_101001.jpg)