Rabu, 13 Mei 2026

Malang Raya

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Wali Kota, Panwaslih dapat Data dari Pejabat Pemkot Batu

Panwaslih Kota Batu telah mengklarifikasi lima orang terkait pelaporan dugaan penyalahgunaan jabatan Wali Kota Batu.

Tayang:
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
suryamalang.com
Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Hingga hari ini, Panwaslih Kota Batu telah mengklarifikasi lima orang terkait pelaporan dugaan penyalahgunaan jabatan Wali Kota Batu. Mereka terdiri dari Pejabat Pemkot Batu dan aparat kelurahan.

Aparat kelurahan yang diminta klarifikasi karena terkait tempat dugaan terjadinya penyalahgunaan jabatan Wali Kota Batu yang dilaporkan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur.

Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri mengatakan, klarifikasi terhadap pejabat dan aparat kelurahan tersebut dilakukan sejak tanggal 11 Februari hingga hari ini.

Di antara pejabat Pemkot Kota Batu yang diklarifikasi di antaranya Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Batu dan Camat Bumiaji, Aris Imam Yuwono.

"Beliaunya sudah datang dan memberikan klarifikasi kepada kami kemaren, dan untuk pak Camat Bumiaji hari ini memberikan klarifikasi," kata Salma Safitri, Senin (13/2/2017).

Salma menyebut masih ada beberapa pejabat Pemkot Batu yang akan diminta keterangannya oleh Panwaslih terkait laporan dari KIPP. Termasuk Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang juga akan diklarifikasi oleh Panwaslih.

Hanya saja, Panwaslih belum bisa memastikan kapan Wali Kota Batu bersedia memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan penyalah gunaan jabatan.

"Yang jelas, kami masih terus memproses dan menindaklanjuti pelaporan KIPP, dan kami tidak bisa memberi keterangan sementara apapun," ucap Salma Safitri.

Sesuai aturan, Panwaslih bersama Gakkumdu Pilkada Kota Batu akan mempublikasikan kesimpulan dari pelaporan KIPP pada Rabu (15/2/2017) nanti. Apapun hasil dari tindak lanjut atas pelaporan tersebut akan disampaikan semuanya. Termasuk aturan-aturan yang dilanggar menyangkut kasus tersebut.

"Jadi silahkan ditunggu dulu sampai waktunya nanti pasti akan kami sampaikan semua. Saat ini kami bersama Gakkumdu masih terus bekerja," tandas Salma Safitri.

Sementara Camat Bumiaji, Aris Imam Yuwono usai memberikan klarifikasi ke Panwaslih tidak banyak memberi keterangan. Camat Bumiaji langsung masuk mobil dan meninggalkan kantor Panwaslih Kota Batu.

"Maaf ya, semua sudah kami sampaikan ke Panwaslih, silahkan konfirmasi ke Panwaslih saja," tutur Aris Imam Yuwono, Senin (13/2/2017).

Seperti diketahui, KIPP Jatim melaporkan dugaan penyalahgunaan jabatan Wali Kota Batu terkait Pilkada Kota Batu. Yakni dengan melakukan dugaan praktek politik uang dengan memobilisasi aparat desa untuk menggerakkan warga memilih Paslon nomor dua yang juga isterinya di sejumlah dusun yang dikemas dalam acara silaturahmi warga. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved