Jumat, 10 April 2026

Media Sosial

Netizen Terlanjur Heboh ada Video Anak Diberi Makan Cacing Hidup, Padahal Begini Fakta Sebenarnya

Netizen Indonesia dibuat heboh dengan video yang memperlihatkan seorang ibu yang memberikan makanan anaknya berupa cacing hidup-hidup

Editor: Adrianus Adhi
Facebook

SURYAMALANG.com - Netizen Indonesia dibuat heboh dengan video yang memperlihatkan seorang ibu yang memberikan makanan anaknya berupa cacing hidup-hidup.

Video tersebut dibagikan oleh Deri Lioni, Sabtu (18/2/2017) di akun Facebooknya. Dalam video itu tampak seorang anak kecil yang makan dengan lahap semangkuk cacing hidup-hidup di depannya.

Video itu cepat viral di media sosial dengan jumlah share mencapai 15 ribu kali dalam dua hari. Pada kolom komentar juga sudah dipenuhi, hingga ribuan komentar.

Beberapa netizen pun lantas mengirimkan komentar dan merasa khawatir dengan nasib sang anak.

Ada yang berkomentar, bagaimana jika cacing tersebut hidup di dalam perut si anak?

Di antara pengguna Facebook yang berkomentar juga ada yang bertanya-tanya mengapa sang ibu tega memberikan makan anaknya dengan cacing hidup-hidup.

Banyak juga yang merasa jijik, melihat cacing dimakan hidup-hidup.

Tetapi setelah melihat caption atau keterangan video yang dibuat sang ibu, mungkin bisa menjadi pencerahan. "Nyale ala Azali," tulis Deri Lioni sebagai pelengkap video.

Ya, cacing nyale merupakan salah satu budaya atau tradisi yang populer di Pulau Lombok.

Mengutip dari www.sarihusada.co.id, cacing nyale di Pulau Lombok dapat diolah menjadi makanan yang lezat seperti dimasak kuah santan, nyale pepes atau lipit, sambal goreng nyale, dan sebagai penyedap atau mansin.

Disebut dalam laman tersebut, nyale memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bisa berfungsi sebagai antibiotik Kandungan protein nyale yaitu 43,84 %.

Lebih tinggi bila dibandingkan dengan kerang bulu (Anadara indica) dan kerang hijau (Perna viridia) yang hanya 18,5 %, ataupun telur penyu laut dengan kandungan protein 10,94 %.

Selain itu, cacing nyale bukan sekadar cacing laut bagi masyarakat suku sasak di Pulau Lombok.

Mereka meyakini bahwa Nyale merupakan penjelmaan dari seorang putri cantik yang bernama Putri Mandalika.

Sementara itu, mengutip Wikipedia.org, Nyale adalah sebuah pesta atau upacara yang dikenal dengan Bau Nyale.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved