Jumat, 10 April 2026

Jendela Dunia

Pesawat Kiriman CIA Ini Sering Terbang di Langit Indonesia Tanpa Pernah Terdeteksi

Hasil pemotretannya sangat detil. Boleh dikatakan bahwa Indonesia seperti ditelanjangi walau sudah dilengkapi dan dipersenjatai dengan Alutsista.

Editor: Dyan Rekohadi
Lockheed Martin

SURYAMALANG.COM - Tanpa banyak diketahui, wilayah negara Indonesia ternyata sudah 'diobok-obok' oleh sebuah pesawat terbang milik Amerika. Sebuah pesawat terbang khusus yang dikirim CIA diketahui leluasa mengambil data dan foto udara Indonesia di tahun 1958.

Pesawat yang diketahui leluasa masuk wilayah Indonesia itu adalah U-2 Dragon Lady. Pesawat ini dikembangkan oleh Lockheed atas permintaan CIA (Central Intelligence Agency) untuk melakukan pengintaian dan pemotretan di atas wilayah Uni Soviet.

Ditenagai dengan mesin GE J73, U-2 memiliki bentang sayap yang mencapai 31m, membuatnya mampu melayang seperti glider dengan efisiensi tinggi pada ketinggian optimal. Desain ini memampukannya terbang jauh hingga 10.000 km tanpa mengisi bahan bakar.

Dalam operasinya di Indonesia, pesawat ini terbang mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua untuk memotret instalasi militer, pelabuhan, rel kereta api, depot logistik, jalan raya, dan pangkalan udara.

Majalah Angkasa, seperti dikutip dari angkasa.co.id, pernah memberitakan, U-2 sempat mengintai di atas Indonesia sebagai bahan analisa data untuk menekan Belanda dalam perundingan New York saat memperebutkan Irian.

Pada kenyataannya, berdasarkan dokumen-dokumen CIA yang dirilis ke publik lewat Freedom of Information Act (FOIA), sang naga hitam itu rupanya sangat sering terbang di atas Indonesia!

Tidak percaya? Dalam laporannya kepada Direktur CIA tertanggal 25 Juli 1962, Deputi Direktur Riset CIA melaporkan bahwa U-2 dalam proyek khusus berkode IDEALIST sudah menjalankan 29 sorti (beberapa laporan lain menyebutkan 30, dan ada yang 31 sorti) di atas Indonesia.

Operasi ini digelar antara 29 Maret sampai 7 Juni 1958, atau hanya tiga tahun sesudah penerbangan perdana dan satu tahun setelah U-2 dinyatakan masuk ke dalam jajaran aktif AU AS dan CIA.

Hasil pemotretan U-2 dan satelit KH-11 Keyhole atas seluruh instalasi militer Indonesia boleh dikatakan lengkap. Pangkalan Udara Polonia di Medan yang digunakan sebagai staging base untuk operasi konfrontasi Dwikora, Kalijati di Subang, Bogor, Halim, dan Kemayoran di Jakarta yang diisi MiG-17 dan 21 diabadikan dengan jelas oleh kamera yang dibawa U-2.

Iswahyudi Madiun yang merupakan sarang Tu-16 Badger dan pangkalan udara Juanda serta Waru di Jawa Timur yang digunakan sebagai pangkalan pesawat pembom Il-28 Beagle juga tak luput dari pengintaian U-2.

Tidak hanya itu, U-2 juga berhasil memotret seluruh situs rudal S-75/SA-2 Guideline yang mempertahankan Jakarta. Foto tempat pelatihan awak SA-2 AURI di Bandung pun juga dikoleksi lengkap.

Hasil pemotretannya sangat detil. Boleh dikatakan bahwa Indonesia seperti ditelanjangi walau sudah dilengkapi dan dipersenjatai dengan alutsista Blok Timur terbaik saat itu.

Tidak hanya mengidentifikasi jumlah peluncur, bahkan titik penempatan radar dan kendaraan pendukungnya pun bisa diidentifikasikan. AS memang sangat menaruh perhatian pada SA-2 yang saat itu hanya digunakan oleh Mesir dan Indonesia di luar Uni Soviet.

(Intisari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved