Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Kediri

2 Janda yang Hidup Serba Kekurangan di Kediri Ini Akhirnya Mendapat Bantuan

"Komunitas pemerhati sosial ini berencana untuk melakukan bedah rumah. Dananya sebagian sudah terkumpul," ungkap Arif Witanto kepada SURYAMALANG.COM

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Yaitun (58) dan Tepu (56) janda yang hidup serba kekurangan di Kabupaten Kediri 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Penderitaan Yaitun (58) dan Tepu (56) warga kurang mampu yang tinggal di Dusun Pandanarum, Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri mendapat perhatian dari pemerhati masalah sosial, Sabtu (25/2/2017).

Sejumlah komunitas pemerhati sosial telah mengunjungi rumah dua janda miskin yang tinggal serumah. Bantuan sembako dan uang tunai diterima Yaitun dan Tepu.
Kedua perempuan itu tidak menyangka rumahnya bakal disambangi para pemerhati sosial.

Apalagi kedatangan tamu itu juga membawa bantuan sembako dan uang.
Komunitas yang datang seperti Pecinta Jalak Kediri, Ibu Bhayangkari dan Cak Budi Suisba. Malahan ada rencana untuk melakukan bedah rumah Yaitun dan Tepu.

"Komunitas pemerhati sosial ini berencana untuk melakukan bedah rumah. Dananya sebagian sudah terkumpul," ungkap Arif Witanto kepada SURYAMALANG.COM.

Saat ini masih dilakukan penggalian dana tambahan untuk memperbaiki rumah janda menjadi layak huni. Saat masih muda Yaitun dan Tepu sehari-hari bekerja sebagai pemecah batu koral untuk bahan bangunan. Namun usia senja membuatnya sudah tidak mampu lagi bekerja sebagai pemecah batu.

Malahan Yaitun yang pernah menderita sakit sudah tidak mampu lagi berjalan. Sehingga kalau beralih tempah dilakukan dengan cara ngesot atau menyeret pantatnya.

"Sudah empat tahun ini Bu Yaitun kalau berjalan sekarang ngesot," ungkap Arif.

Sementara untuk tidur, kedua perempuan tua itu juga di tempat yang memprihatinkan. Tempat tidur keduanya hanya beralasan tikar lusuh di lantai tanah rumahnya.

Malahan dua bantal yang dipakai tidur juga sudah kumal dan berbau. Maklum di rumahnya tidak ada ranjang tidur yang ada hanya tikar lusuh. Untuk keperluan makan sehari-hari, Tepu yang mencari dedaunan untuk sayuran. Sebagian sayuran itu kemudian ditukarkan dengan bumbu masak dapur.

Usia tua membuat kedua janda itu kini hidup serba susah. Uluran tangan warga sangat membantu keluarga miskin itu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved