Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Pagar Balai Kota Among Tani Kota Batu yang Ambrol Disoal DPRD

Ambrolnya pagar pembatas sisi timur Balai Kota Among Tani Kota Batu sepanjang 16 meter dan tinggi 7 meter menjadi persoalan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Pagar Balai Kota Among Tani Kota Batu ambrol. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ambrolnya pagar pembatas sisi timur Balai Kota Among Tani Kota Batu sepanjang 16 meter dan tinggi 7 meter menjadi persoalan. Pasalnya, ambrolnya pagar pembatas Balai Kota Among Tani disinyalir karena konstruksi bangunan sejak awal yang tidak kuat dan kualitas tidak standar.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan, pihaknya meminta Pemkot Batu melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap pagar pembatas yang ambrol hingga ke pondasi tersebut.

Karena bila konstruksi bangunan telah dibuat dengan mempertimbangkan risiko ambrol tentunya akan kuat menahan air. Apalagi di bawah pagar tidak ada saluran air yang menggerus pondasi atau apapun yang bisa menyebabkan pondasi rusak.

"Ini yang menjadi pertanyaan, pagar hingga pondasi tidak ada saluran air yang mempengaruhi dibawahnya kok ambrol karena air hujan berlebihan," kata Heli Suyanto, Minggu (26/2/2017).

Dijelaskan Heli Suyanto, Komisi C nantinya akan melihat seperti apa pagar Balkot Among Tani yang ambrol tersebut. Apakah ada tanda-tanda ambrolnya pagar karena bangunan dibuat asal-asalan atau tidak. Karena dari material bangunan pagar yang ambrol itu bisa diketahui kualitas dari bahan baku yang digunakan. Bila ternyata bahan baku yang digunakan tidak standar tentunya harus ada pertanggung jawaban dari pelaksana proyek Balkot Among Tani.

Memang, diakui Heli Suyanto, dalam menyikapi terjadinya kerusakan akibat bencana harus di dasarkan pada kondisi penyebab di lapangan. Dengan demikian bisa diketahui apakah kejadian tersebut masuk kategori bencana atau tidak. Bila masuk dalam kategori bencana tentunya bisa langsung diberikan bantuan bahan bangunan untuk kerusakan fisik bangunan dan bantuan bahan makanan serta pengobatan bagi korban.

Ini dikarenakan dalam tahun anggaran 2017 dalam APBD disediakan alokasi dana bencana hingga Rp 1 miliar. Dan dalam PAPBD 2017 nanti akan dilakukan penambahan sekitar Rp 500 juta.

"Untuk itulah, mengingat musibah bencana yang terjadi di Kota Batu di bulan Januari hingga Februari cukup banyak maka Pemkot Batu harus menyalurkan tepat sasaran. Kalau untuk pagar Balkot yang ambrol itu harus dikaji masuk bencana atau karena kesalahan teknis bangunanya," tandas Heli Suyanti.

Sementara Kepala BPBD Pemkot Batu, Sasmito mengatakan, ambrolnya pagar Balkot Among Tani Pemkot Batu masuk dalam pemeliharaan. Dengan demikian kerusakan pagar tersebut bukan bencana.

"Tentunya bagian pemeliharaan gedung yang akan memperbaiki kerusakan pagar Balkot sisi timur yang ambrol itu," kata Sasmito.

Dijelaskan Sasmito, berdasar dari evaluasi dan pemeriksaan memang ambrolnya pagar sisi timur Balkot setelah adanya air hujan yang menggenang di lokasi tersebut. Ini dikarenakan disebelah barat lokasi pagar yang ambrol sedang ada pengerjaan bangunan. Kemungkinan karena genangan air yang berlebihan sehingga meresap ke tanah hingga menyebabkan pagar tidak kuat menahan air dan akhirnya ambrol.

"Kondisi itu yang kemungkinan terjadi. Karena memang didekat lokasi tidak ada saluran air," tandas Sasmito.

Memang, diakui Sasmito, sepanjang hari Sabtu (25/2/2017) Kota Batu diguyur hujan cukup lebat. Hal itu mengakibatkan bencana longsor dan banjir terjadi di sejumlah wilayah. Yakni musibah banjir melanda desa Songgokerjo kecamatan Batu menyebabkan tujuh rumah tergenang air.

Selanjutnya musibah banjir juga melanda kelurahan Ngaglik kecamatan Batu hingga menyebabkan plengsengan sungai Banteng (DAS anak sungai Brantas) ambrol sepanjang 80 meter dan lebar 5 meter serta tinggi 3 meter. Hujan lebat juga mengakibatkan tanah tebing longsor susulan di jalur Batu - Pujon tepatnya di Payung satu.

"Longsor di jalur Batu - Pujon sempat mengganggu lalu lintas, tapi bisa segera kami bersihkan sehingga lalin normal kembali," tutur Sasmito.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved