Minggu, 19 April 2026

Jendela Dunia

Inilah Pangeran Arab Saudi yang Suka Tampil Nyentrik dan Pernah Bekerja di Facebook

Sebagai pangeran keturunan dinasti Al-Saud, Fahad sebenarnya bisa ongkang-ongkang kaki sambil santai di istana menikmati gelimang harta melimpah.

Editor: Zainuddin
@yolofahad/ Instagram
Pangeran Fahad saat menghadiri festival Burning Man tahun 2015 (kiri). Dia juga suka bereksperimen dengan kaya rambut. 

Dalam beberapa kesempatan, dandanannya malah bisa dibilang agak nyentrik, misalnya ketika dia menghadiri festival Burning Man di gurun pasir Nevada, Amerika Serikat, tahun 2015 lalu.

Belakangan, Fahad melalui startup besutannya, Na3M, memperkenalkan komik dengan nama tokoh utama wanita yang dijadikan judul, Latifa.

Fahad berperan sebagai penulis cerita dalam komik yang pertama kali diluncurkan di Saudi Comic Con di Jeddah. Dia bekerja sama dengan Stan Berkowitz, yang dikenal melalui kartun Batman Beyond dan Justice League.

yolofahad
instagram.com/yolofahad

“Melihat Latifa mewujud dalam bentuk nyata seolah melihat anak saya lulus dari sekolah,” komentar Fahad dalam wawancara lain dengan Arab News.

Tak mengherankan, mengingat Fahad memang sudah menyukai komik sedari kecil. Dia tumbuh besar sambil ditemani tokoh-tokoh macam Psylocke dan Storm dari seri X-Men. Fahad bahkan mengaku belajar bahasa Inggris dari komik.

Komik Latifa besutan Fahad dikisahkan mengandung kritik sosial, Misinya mengangkat derajat perempuan agar tak ‘terpenjara’ oleh norma sosial masyarakat. Latifa sendiri adalah bagian dari proyek lebih besar bertajuk Saudi Girls Revolution Comics.

“'Revolusi yang hendak saya mulai adalah mengambil kembali identitas kita. Memberikan kesempatan kepada para perempuan Arab, khususnya dari Saudi, yang secara global sudah dikotakkan melalui opresi dan regresi,” ujarnya.

Tahun ini, Pangeran Fahad genap berumur 34 tahun. Dia bermukim di Los Angeles, Amerika Serikat, dan turut bekerja sebagai konsultan pemerintah Arab Saudi dalam bidang teknologi cyber dan program-program kepemudaan.

Fahad berangan-angan suatu saat bisa membuat negerinya menjadi salah satu pemimpin dan pemberi kontribusi terbesar bagi dunia.

“Ada banyak peluang bagi saya untuk loncat ke berbagai industri. Saya berharap bisa memperkenalkan Timur Tengah ke dunia dengan cara yang benar,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved