Sabtu, 18 April 2026

Jendela Dunia

Tragis, Perempuan Ini Dibakar Hidup-hidup Setelah Dokter Diduga Keliru Beri Pernyataan Kematian

Setelah mendapat keterangan kematian tersebut, suaminya, Devesh Chaudhary (23) dibantu beberapa temannya membawa tubuh istrinya ke lokasi pembakaran.

Editor: Zainuddin
DAILY MAIL

SURYAMALANG.COM, INDIA - Seorang istri bernama Rachna Sisodia (24) dikabarkan dibakar hidup-hidup diatas kayu pembakaran jenazah hingga meninggal.

Proses kremasi tersebut dilakukan setelah beberapa jam mendapat keterangan dari dokter yang merawatnya di rumah sakit Sharda di Greater Noida, di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, bahwa wanita tersebut meninggal karena infeksi paru-paru.

Setelah mendapat keterangan kematian tersebut, suaminya, Devesh Chaudhary (23) dibantu beberapa temannya membawa tubuh istrinya ke lokasi pemakaman pembakaran di Aligarh.

Adapun perjalanan dari rumah sakit ke tempat kremasi jenazah itu sekitar dua jam.

Mereka langsung mengkremasi begitu sampai di lokasi pengkremasian,

Namun saat proses berlangsung, dilaporkan ada seseorang yang menyeret jenazah wanita itu menariknya keluar dari tempat kremasi, karena melihat wanita itu masih hidup.

Sayangnya, setelah jenazah berada di luar tempat kremasi, jasad wanita itu tidak lagi menunjukkan adanya tanda-tanda masih hidup.

Hasil pemeriksaan post-mortem setelah jasad itu dibakar, menunjukkan adanya partikel hangus di tenggorokan dan paru-parunya.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa partikel itu tidak akan ada di tenggorokan dan paru-paru jika wanita itu sudah tidak bernapas atau sudah meninggal.

Dua orang dokter menyebutkan penyebab kematian wanita itu bukan infeksi paru-paru tetapi karena ‘syok yang disebabkan dibakar hidup-hidup.

Putusan dokter itu dikatakan Rajesh Pandey, seorang inspektur polisi senior, kepada media lokal, seperti dikutip Tribunjabar.co.id dari Dailymail.co.uk, Kamis (2/3/2017).

Seorang juru bicara polisi menambahkan, ini terjadi ketika seseorang dibakar hidup-hidup.

Partikel masuk ke dalam saat bernafas. Jika seseorang sudah mati, partikel tersebut tidak dapat mencapai paru-paru dan tenggorokan.

“Jadi, para dokter menyimpulkan bahwa wanita itu dibakar hidup-hidup di tumpukan kayu,” katanya.

Masih terkait dengan korban, diperoleh informasi bahwa paman korban, Kailash Singh, telah melaporkan suami korban dan sepuluh orang lain melakukan penyerangan seksual dan membunuhnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved