Malang Raya
Membahas Soal Pilkades, Kapolres Malang Gelar Acara Ngopi Bareng Pejabat Pemkab Malang
"Total keseluruhan personil yang kami libatkan nantinya ada sekitar 719 personil. 180 personil untuk regu pemukul, 490 personil yang berjaga"
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Malang pada 30 April 2017 menjadi perhatian serius jajaran Polres Malang. Ini setelah ada 57 desa yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Malang akan melaksanakan Pilkades serentak. Sebanyak 49 Pilkades serentak dilaksanakan di wilayah hukum Polres Malang dan 8 pilkades digelar diwilayah hukum Polres Batu.
Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah menjelaskan, jajaran Polres Malang saat ini sudah mulai memetakan titik-titik pelaksanaan Pilkades serentak yang rawan. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi persiapan pengamanan jalannya Pilkades serentak nantinya.
"Setidaknya ada dua kecamatan yakni di Kecamatan Dampit dan Bantur yang dinilai memiliki kerawanan dalam pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten Malang nanti, kami akan tambah personil pengamanan di daerah tersebut," kata Decky Hermansyah, Selasa (7/3/2017).
Dikatakan Decky, untuk menjaga keamanan saat Pilkades serentak, Polres Malang akan menerjunkan kekuatan penuh. Setiap rayon akan disiagakan 30 personil pemukul. Dari 23 kecamatan yang desa-desanya menggelar Pilkades serentak dalam pengamanan dibagi menjadi enam rayon. Selain itu, setiap desa yang menyelenggarakan Pilkades masing-masing akan dijaga oleh 10 personil kepolisian. Para personil tersebut, nanti di bawah kendali 23 Kapolsek ditambah dengan 26 pejabat di Polres Malang.
"Total keseluruhan personil yang kami libatkan nantinya ada sekitar 719 personil. 180 personil untuk regu pemukul, 490 personil yang berjaga di setiap desa dan sisanya adalah perwira," ucap Decky.
Polres Malang, tambah Decky, juga memetakan pergerakan para petaruh Pilkades serentak. Petugas kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang melakukan pertaruhan Pilkades. Ini dikarenakan para petaruh Pilkades dinilai bisa merusak jalanya demokrasi di tengah masyarakat dalam penyelenggaraan Pilkades serentak.
Sementara itu, sebagai langkah awal dalam pengamanan Pilkades serentak Kabupaten Malang, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menggelar kegiatan Coffee Morning alias ngopi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Malang. Pertemuan tersebut sebagai upaya untuk menyerap aspirasi dan informasi terhadap perkembangan situasi terkini.
"Melalui informasi dan aspirasi dari masyarakat, maka Polres Malang mampu mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap permasalahan yg berkembang. Ini untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat secara prima," kata Yade Setiawan Ujung.
Di samping itu, tambah Yade Setiawan Ujung, pertemuan tersebut juga untuk pengkondisian awal dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Karena dengan kondisi Kamtibmas yang baik maka akan menciptakan produktifitas yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pilkades serentak di Kabupaten Malang merupakan salah satu proses demokrasi yang dijamin oleh negara sesuai dengan UU RI Nomor 6 tahun 2014. Sebagai satu badan dari pemerintah Polres Malang dan Pemkab Malang harus memiliki satu visi dalam menciptakan suasana Pilkades yg aman dan tertib.
"Sekaligus menjamin hak-hak masyarakat dalam melaksanakan pesta demokrasi di tingkat desa," tutur Yade Setiawan Ujung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kapolres-malang-akbp-yade-setiawan-ujung-ngopi-pengamanan-dalam-pilkades_20170307_180156.jpg)