Malang Raya
Simak Aksi dan Koordinasi Para Relawan Ojek dan Mobil di Kota Malang Ini
Ketika SURYAMALANG.COM mengunjungi tempat itu, Rabu (8/3/2017), sudah ada 670 pemilik sepeda motor dan 70-an mobil yang mendaftar sebagai relawan.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pusat dari kumpulan para relawan yang mengangkut warga yang telantar karena aksi mogok angkot bisa dibilang berada di halaman sisi kiri Telkom Basuki Rahmat Kota Malang. Tempat ini menjadi pusat komando para relawan.
Ketika SURYAMALANG.COM mengunjungi tempat itu, Rabu (8/3/2017), sudah ada 670 pemilik sepeda motor dan 70-an mobil yang mendaftar sebagai relawan. Jumlah itu akan terus bertambah.
Para relawan ini berasal dari aneka ragam profesi dan kelompok. "Ada sejumlah komunitas yang bergabung menjadi relawan, juga tidak hanya anggota komunitas," ujar Fajar Ramadhan, salah satu koordinator Relawan Khusus.
Disebut Relawan Khusus karena mengacu kepada tulisan yang ditempelkan di kendaraan mereka. Tulisan itu sekaligus menjadi penanda jika mereka adalah relawan yang menjemput dan mengantar warga secara gratis.
Gerakan ini muncul akibat pemogokan massal oleh sopir angkot. "Tetapi sebenarnya kami prioritaskan ke pelajar dan pasien atau pengunjung Puskesmas dan rumah sakit. Kalau ada warga yang minta, selanjutnya kami antar ke stasiun dan akan diangkut oleh armada milik pemerintah yang ada di sana," ujar Fajar.
Para relawan keluar masuk ke halaman Dilo Telkom itu. Mereka keluar ketika ada panggilan permintaan tolong ke sejumlah sekolah.
"MTS 2 butuh dua orang. Bersiap melaju ke SMP 11," demikian aneka teriakan perintah dari koordinator kepada relawan. Relawan pun langsung tancap gas ke lokasi penjemputan.
Fajar menuturkan gerakan itu merupakan gerakan sosial dari masyarakat atas fenomena yang terjadi tiga hari terakhir. Mereka pun bergotong royong untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengakses transportasi umum.
Hasan Rois, koordinator lain berharap ada jaminan keselamatan untuk relawan. Sebab dua hari relawan bergerak, ada beberapa kali gesekan dengan sopir angkot.
"Karena dikiranya relawan ini ojek online. Padahal kami melayani secara gratis. Sehingga kendaraan memang kami beri tulisan 'Relawan Khusus' sebagai penanda," tegasnya.
Dua hari terakhir, setidaknya ada tiga kali gesekan dengan sopir angkot. Beruntung gesekan tidak sampai memanas di tiga kejadian itu. Karenanya para koordinator juga memberi pengertian kepada beberapa sopir angkot jika gerakan mereka tak berbayar alias gratis.
Sementara itu, seorang relawan yang mengendarai mobil, Didik, warga Jl Cengger Ayam mengaku terketuk hatinya dan ingin menolong. "Dua hari sudah jadi relawan. Sehari kemarin ngangkut lima kali penumpang," ujar Didik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/relawan_20170308_222304.jpg)