Kesehatan
Awas, Ada Zat Aditif di Permen Karet, Konsumen Harus Perhatikan Saran Dokter Ini
Zat aditif yang terkandung dalam sebagaian permen karet adalah titanium dioksida. Penggunaan titanium dioksida ini sebagai pewarna putih atau buram.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Adanya penelitian dari AS terkait zat aditif pada permen karet sehingga bisa mengganggu pencernaan memang terjadi. Jadi, konsumsi permen karet harus dibatasi.
Ahli Gizi dari RS Husada Utama, Retno Wahitasari Amd.Gz menuturkan zat aditif yang terkandung dalam sebagaian permen karet adalah titanium dioksida. Penggunaan titanium dioksida ini sebagai pewarna putih atau buram pada permen.
“Memang ada bahan tertentu yang digunakan, termasuk titanium dioksida. Makanya, konsumen perlu melihat daftar isi pada permen karet dulu,” tutur Retno kepada SURYAMALNG.COM, Jumat (24/2/2017).
Dia menjelaskan konsumsi permen karet ada efek buruk dan efek baiknya. Efek buruk konsumsi permen karet adalah adanya zat aditif tambahan, seperti titanium dioksida. Sedangkan efek baiknya adalah konsumsi permen karet bisa menghilangkan stres, senam muka, dan menghilangkan kotoran pada mulut.
“Ada negatif dan positif. Kalau hal negatif itu, maka harus dilihat bahannya. Lebih baik menggunakan bahan xilytol yang lebih aman dan menyegarkan nafas,” tambahnya.
Makanya selain harus melihat komposisi bahan pada permen karet, juga perlu membatasi konsumsi permen karet.
“Terlalu sering mengunyah permen karet juga tidak baik, karena bisa bikin kembung perut dan ada perubahan struktur wajah. Sebaiknya mengunyah permen karet maksimal dua kali dalam sehari,” papar perempuan yang sudah bekerja di RS Husada Utama selama 9 tahun ini.
Dia juga menyarankan agar setiap mengunyah permen karet maksimal selama 15 menit saja. Sebab, rasa manis pada permen karet sudah habis dan hanya menyisakan rasa pahit. Ini yang dimanfaatkan konsumen untuk memakan kudapan atau junk food demi menghilangkan rasa pahit itu.
“Makanan junk food kurang baik untuk kesehatan. Konsumen yang sudah mengunyah permen karet lebih baik tidak mengonsumsi apapun selama sekitar 15 menit untuk menghilangkan rasa pahit itu. Baru setelah itu, konsumen bisa makan atau minum seperti biasa,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-permen-karet_20170313_155357.jpg)