Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Perguruan Tinggi Swasta dengan Masalah Dualisme Harus Segera Diselesaikan

Sengketa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dibawahi oleh dua yayasan (dualisme) menjadi fokus Aptisi dan Kopertis Jatim.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Ketua Aptisi Jatim, Prof Dr Suko Wiyono SH MHum 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Sengketa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dibawahi oleh dua yayasan (dualisme) menjadi fokus Aptisi dan Kopertis Jatim. Pasalnya, masih ada PTS di Malang yang memiliki dua rektor dan dua manajemen dalam satu gedung.

"Ya jelas tidak boleh ada dua rektor dan dua yayasan di dalam satu gedung atau satu PTS. Kalau mereka tidak mau bergabung atau salah satunya mengalah ya mau tidak mau PTS itu harus ditutup," tegas Ketua Aptisi Jatim, Prof Dr Suko Wiyono SH MHum, Jumat (17/3/2017).

Suko menambahkan, Kopertis juga sudah membuat peraturan untuk menutup PTS yang masih memiliki konflik dualisme.

"Jika tidak mau rukun, Kopertis memerintahkan untuk ditutup," kata Ketua Senat Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Padahal, PTS yang bersangkutan sudah menyatakan mau rukun ketika masih dalam binaan Aptisi dan Kopertis. Namun ternyata konflik dualisme masih terjadi.

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Suprapto DEA ketika dihubungi SURYAMALANG.COM, mengatakan PTS dengan konflik dualisme akan dibina dengan ketat.

"Dalam bulan April, Kopertis akan melakukan kunjungan dan binaan dan hasilnya harus bisa diselesaikan," katanya.

Suprapto mengatakan ia pernah mengatasi PTS dengan konflik seperti itu bahkan lebih parah.

"Kami pernah membina PTS yang dalam satu gedung ada empat yayasan dan terbukti bisa terselesaikan. Masa ini cuma dua saja tidak bisa. Yang penting jangan sampai masalah yayasan malah merugikan mahasiswa," ujarnya optimis.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved