Breaking News
Jumat, 24 April 2026

Berita Madura

Madura Gempar, Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur Karena Diduga Penculik Anak, Padahal Dia. . .

Seorang pemuda tak dikenal, ditangkap warga dan dihajar beramai-ramai hingga babak belur hingga kepalanya berdarah, di Kampung Ghendis

Penulis: Muchsin | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com/Muchsin
Ketika korban Fauzi dievakuasi ke mobil petugas, ratusan massa mengejar untuk menghakimi. 

SURYAMALANG.com, SAMPANG - Isu penculikan anak di bawah umur kini mencuat. Seorang pemuda tak dikenal, ditangkap warga dan dihajar beramai-ramai hingga babak belur hingga kepalanya berdarah, di Kampung Ghendis, Desa Rabasan Timur, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (21/3/2017).

Mujur sebelum pemuda yang belakangan diketahui bernama Fauzi (28), asal Bangkalan, mengalami hal yang lebih buruk lagi, saat itu Sekretaris Desa (Sekdes) Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Sumhali, berhasil mencegah dan membawa pulang ke rumahnya untuk diamankan dari amukan warga.  Karena kebetulan lokasi kejadian itu berdekatan dengan rumah Sumhali.

Menurut sumber di lokasi kejadian, malam Senin (20/3/2017) malam, tidak diketahui bersama siapa, warga melihat korban Fauzi tidur di pinggir jalan pertigaan jalan Desa Rabasan Timur, Kecamatan Camplong, Sampang, yang lokasinya berbatasan dengan Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Saat itu di antara warga mendekati korban dan mengajak bicara, namun jawabannya tidak nyambung, seperti orang yang mengalami gangguan jiwa, sehingga warga membiarkan korban tidur di pinggir jalan.

Esok harinya, korban terlihat berjalan kaki  melewati depan SDN Rabasan II, Kecamatan Camplong, Sampang.

Pada saat itu, siswa SDN curiga melihat orang tak dikenal lewat depan sekolahnya, sehingga mereka berteriak lantang, sambil berlari mengatakan ada penculik. 

Siswa itu berteriak, lantaran belakangan ini marak isu penculikan.

Orang tua siswa berpesan kepada anak-anaknya, jika melihat orang tak dikenal, diminta kabur, memberitahu warga dan minta bantuan, agar anaknya selamat dari penculikan

Karuan saja, teriakan siswa SDN itu mengundang perhatian warga sekitar.

Lalu warga mendekati korban dan menanyakan siapa namanya dan dari mana, serta maksud kedatangannya.

Tapi, korban diam tidak menjawab, hanya tolah-toleh. Begitu korban dibentak, baru menjawab, tapi asal jeplak. Jawabannya ngelantur tidak nyambung.

Bagai dikomando, warga beramai-ramai menyeret tubuh korban dan menghajar beramai-ramai, sambil dipentung dan dilempari batu.

Bahkan di antara warga menyabetkan clurit ke tubuh korban, kepala korban luka sobek. Dan beruntung, saat itu Sekdes Sumhali, berhasil mencegah dan membawa pulang ke rumahnya. 

Ternyata di halaman rumah Sumhali, sudah menunggu ratusan warga, pria dan wanita, sebagian membawa pentungan kayu dan senjata tajam, memita Sumhali menyerahkan korban kepada warga untuk dihakimi.

Namun Sumhali tidak menyerahkan dan membawa korban ke dalam rumah. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved