Malang Raya

Dari Malang, Para Aktivis Menyuarakan Dukungan Ini Bagi Pejuang Gunung Kendeng

Dalam aksi di Kota Malang ini, ada sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan. Terdapat empat tuntutan yang disuarakan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Massa aksi dari berbagai elemen memegang poster dalam Aksi Malang Peduli Kendeng di Jalan Tugu, Kota Malang, Kamis (23/3/2017). Aksi solidaritas paska meninggalnya satu peserta aksi cor Kaki ini mendesak pemerintah menghentikan izin penambangan karst PT Semen Indonesia yang dinilai merusak lingkungan. 

AMPK Tuntut Pencabutan Izin Operasional Tambang Semen Kendeng

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aliansi Malang Peduli Kendeng menyuarakan sejumlah tuntutan dalam aksi yang dipusatkan di depan Balai Kota Malang, Kamis (23/3/2017).

Seperti diberitakan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Peduli Kendeng menggelar aksi keprihatinan atas meninggalnya petani Kendeng, Ny Patmi. Petani sekitar Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah terus berjuang menolak pabrik semen di kawasan itu.

Perjuangan mereka salah satunya dengan cara memasung kaki mereka ke semen. Terakhir mereka sempat bertemu Presiden Joko Widodo.

Dalam aksi di Kota Malang ini, ada sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan. Terdapat empat tuntutan yaitu, pertama, mendesak Jokowi - JK (Joko Widodo dan Jusuf Kalla) menghentikan izin operasi PT Semen Indonesia di Kendeng.

Kedua, meminta pemerintahan Jokowi - JK menghentikan proyek insfrastruktur yang mengusir dan meminggirkan rakyat dari ruang hidupnya.

Ketiga, mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo taat hukum terhadap putusan MA dan membatakan izin lingkungan dalam kegiatan penambangan. Keempat, mendesak rezim Jokowi - JK menjalankan kedaulatan politik dan ekonomi untuk rakyat.

"Harus ada pengkajian ulang semua proyek pembangunan yang itu merusak lingkungan. Dan aksi kami ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas meninggalnya Ibu Patmi yang berjuang menolak pabrik semen," tegas Korlap Aksi, M Iqbal.

Iqbal menegaskan, pemerintah pusat harus segera membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat di sekitar Pegunungan Kendeng. Petani di kawasan itu, lanjutnya, menolak ekspolitasi Kendeng karena akan mengancam ketersediaan dan kesinambungan air di kawasan tersebut.

dalam aksinya, para pendemo memakai pakaian serba hitam dan payung hitam. Mereka membawa sejumlah poster yang antara lain bertuliskan 'Sawah Habis di Negeri Agraris', 'Tolak Pabrik Semen', 'Tanahku Dirampas dan AKu Dibunuh', juga 'Tuntaskan Kasus Agraria'.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved