Selasa, 21 April 2026

Surabaya

Sindikat Maling Motor Bawa Jimat Tali Pocong saat Beraksi, Apa Khasiatnya? Berhasilkah Mereka?

Penangkapan pelaku ini berawal dari gerak gerik mereka yang mengendarai motor Suzuki Satria Fu mencurigakan polisi.

Penulis: fatkhulalami | Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Empat orang komplotan pencurian motor (curanmor) diringkus Unit Reskrim Polsek Tambaksari, Surabaya, Kamis (30/3/2017) dini hari.

Keempat pelaku, Syaiful (21) warga Desa Alas Kembang, Burneg Bangkalan yang kos di Jl Veteran Gresik, Umar Faruq (19), warga Desa Burneh Binoh Bangkalan Madura, Masturi (20) warga Desa Sobih, Burneh Bangakalan, dan M Iqbal (19) warga Desa Manggisan, Burneh, Bangkalan.

Penangkapan pelaku ini berawal dari gerak gerik mereka yang mengendarai motor Suzuki Satria Fu mencurigakan polisi.

Benar saja, saat dihentikan polisi, mereka berboncengan tiga dan seorang duduk paling belakang langsung melompat dan berusaha kabur.

Petugas berpakaian preman segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pemuda yang lari.

Setelah ditangkap, pemuda diketahui bernama Syaiful itu kedapatan membawa sejumlah kunci T yang sudah dimodifikasi dan dua anak kunci magnet di dalam saku celananya.

Lantaran kedapatan membawa barang tersebut, Syaiful dan tiga temannya digelandang ke Mapolsek Tambaksari.

Kapolsek Tambaksari, Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, hasil penyelidikan keempatnya mengakui merupakan komplotan pencuri kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah Gresik dan Madura.

"Saat kami lakukan penyidikan, mereka mengaku jika sudah lima kali melakukan aksi, tiga kali di Gresik dan dua kali di Madura," kata David, Kamis (30/3/2017).

Dari tangan Syaiful, polisi juga menemukan sejumlah jimat yang terdiri dari pring petuk, kalung, minyak, dan sehelai tali pocong.

Syaiful mengaku jimat tersebut agar aksinya berjalan mulus serta untuk keselamatan dirinya saat beraksi.

"Tiap beraksi selalu bawa jimat, untuk keselamatan. Hasil motor dijual ke penadah temannya Iqbal, laku Rp 1,2 juta, dan hasilnya dibagi buat kebutuhan sehari-hari sama senang-senang," aku Syaiful yang merupakan pemimpin komplotan.

Perkara ini segera dilimpahkan ke Polres Gresik, mengingat tiga TKP dan laporan korban ada di wilayah Polres Gresik.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved