Jagad Aneh

Upacara Pemakaman Pria ini Batal, Alasannya Dia Sedang Mabuk di Bar

Sebuah pemakaman di Kenya dibatalkan setelah pria yang seharusnya dikebumikan terlihat "nongkrong" di bar sambil minum-minumm

Upacara Pemakaman Pria ini Batal, Alasannya Dia Sedang Mabuk di Bar
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
ilustrasi minuman keras 

SURYAMALANG.com - Sebuah pemakaman di Kenya dibatalkan setelah pria yang seharusnya dikebumikan terlihat "nongkrong" di bar sambil minum-minum.

Liang lahat untuk Wilson Olouch sudah digali di kompleks pemakaman desa Awendo, wilayah Migori, Kenya.

Pihak keluarga meyakini pria itu telah meninggal dunia karena menghilang selama tiga pekan tanpa kabar berita.

Keluarganya semakin yakin Wilson sudah meninggal setelah sesosok mayat pria yang sudah membusuk ditemukan di tengah sebuah perkebunan tebu.

Namun, setelah liang lahat digali, lalu para kerabat dan kawan-kawan Wilson sudah berkumpul untuk memulai prosesi pemakaman, sebuah kabar mengagetkan datang.

Seseorang memberitahu keluarga Wilson bahwa dia melihat pria yang sangat mirip mendiang tengah minum-minum di sebuah bar di kawasan Rongo tak jauh dari lokasi pemakaman.

Mendengar kabar itu, keluarga Wilson lalu mendatangi bar tersebut dan melihat sepeda motor milik pria itu parkir di sana.

Di dalam bar, mereka menemukan Wilson tergeletak dalam kondisi mabuk berat.

Setelah sadar dari mabuknya, Wilson mengatakan, dia menghilang karena malu pulang ke rumah dalam kondisi mabuk.

Dia menambahkan, ingin kabur dan memulai hidup baru di tempat lain.

Untunglah, keluarga Wilson tidak marah dengan perilakunya itu. Mereka justru bergembira karena Wilson masih hidup.

Akhirnya, upacara pemakaman yang sudah disiapkan diubah menjadi pesta untuk mengucapkan syukur.

Namun, para tetua memutuskan, Wilson harus menjalani ritual pembersihan sebelum diizinkan kembali ke desanya.

Sementara, mayat pria yang diduga sebagai Wilson dikembalikan ke kamar mayat dan hingga kini masih menunggu identifikasi. (*)

Sumber Kompas.com

Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved