Selasa, 21 April 2026

Travelling

Dobel Tanggal Merah, Bikin Wisata Gunung Bromo via Probolinggo Dipadati Wisatawan

Padahal, jalur menuju Bromo via Ngadisari ini sempat dikabarkan ditutup akibat longsor Jumat malam.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Wisata Gunung Bromo dipadati wisatawan, Senin (24/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Meski memasuki hari terakhir libur panjang, kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) melalui Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo tampak masih dipadati wisatawan, Senin (24/4/2017) siang.

Dari data yang dihimpun SURYAMALANG.COM, wisatawan BTS melalui jalur Probolinggo ini mengalami peningkatan wisatawan yang sangat signifikan. Padahal, jalur menuju Bromo via Ngadisari ini sempat dikabarkan ditutup akibat longsor Jumat malam.

Namun, ternyata kondisi itu tidak membuat wisatawan patah semangat. Mereka tetap menerjang tumpukan longsor yang menutupi sebagian jalan menuju Gunung Bromo. Informasi terakhir, jalan sudah normal, karena material longsor sudah dibersihkan.

Mulai Sabtu hingga Senin, tercatat kenaikan wisatawan ini mencapai 80 - 100 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Jika ditotal, selama libur panjang ini, sudah ada 50.000 wisatawan BTS dari dalam dan luar negeri.

Kondisi ini membuat kawasan Sukapura dipadati kendaraan wisatawan baik roda dua dan roda empat. Bahkan, sempat terjadi antrean panjang di pintu masuk kawasan BTS saking banyaknya wisatawan yang ingin menghabiskan libur panjang kali ini.

Kepada SURYAMALANG.COM, Galang Cahaya, salah satu wisatawan, mengatakan, antrean panjang mulai dirasakannya saat memasuki Desa Ngadisari. Ia terjebak macet saat mau masuk ke pintu gerbang kawasan BTS.

"Untungnya tadi tidak telat menyaksikan matahari terbit. Syukur lah. Saya dari Jombang, dan memang niat mau ke Bromo di penghujung libur panjang ini," katanya.

Camat Sukapura, Yulius menjelaskan, kepadatan wisatawan ini sudah dirasakannya sejak Sabtu dinihari. Pelonjakan wisatawan sudah tampak terlihat. Bahkan, hingga siang ini, kawasan BTS masih terpantau dipadati wisatawan.

"Kondisi ini jelas sangat menguntungkan masyarakat Ngadisari. Secara otamatis, mereka mendapatkan rejeki besar, mulai dari penyewaan home stay. Hartop, hingga warung-warung di sekitar kawasan BTS," tutupnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved