Malang Raya
Mbois Ker, di Kota Batu Bakal Ada Kereta Gantung, Makin Betah Berwisata Nih
Janji Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, untuk mewujudkan Kereta Gantung di Kota Batu tinggal menghitung hari saja.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Janji Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, untuk mewujudkan Kereta Gantung di Kota Batu tinggal menghitung hari saja.
Pasalnya Wali Kota yang akrab disapa ER itu menginginkan perkembangan Kota Batu sebagai destinasi wisata harus bisa terwujud dari segi aspek apa pun, tak terkecuali tentang pembangunan Kereta Gantung.
Setelah melalui beberapa tahap, Kereta Gantung ini mengalami perubahan Jalur. Yakni jalur yang pertama dari Agro Wisata sampai ke Tlekung, namun mengalami perubahan dari Agro Wisata ke Beji atau ke Oro-Oro Ombo. Keduanya sama-sama melalui jalur selatan.
ER mengatakan, yang rute awal ini sudah ada studi kelayakannya. Namun pihaknya masih menimbang-nimbang dari beberapa aspek. Mulai dari nilai investasi, lahan, hingga perhitungan bisnis.
Saat ini masih dalam studi kelayakan, dan tinggal menunggu hasilnya. Dipilihnya rute kedua ini karena untuk menghindari pemukiman padat dari penduduk.
Tidak menutup kemungkinan, ketika rute melewati pemukiman padat penduduk malah terjadi kekhawatiran yang berlebih.
“Agar tidak terlalu kontroversi dengan warga. Ada yang takut nanti tiba-tiba di atas rumahnya dilalui kereta gantung. Kami hindari hal semacam itu,” kata ER, Selasa (25/4/2017).
Dampak sosial yang kemungkinan terjadi juga sangat dihindari ketika terwujudnya Kereta Gantung nanti. Dampak sosial itu seperti hal yang bersangkutan dengan status lahan warga yang dilewati.
Serta harus ada nilai proyek investasi. Karena Kereta Gantung ini tujuan konsep utama ialah untuk wisata, maka harus ada nilainya. Pada rute kedua nanti Eddy menjelaskan panjangnya nanti sekitar 4 kilometer, dan tinggi minimal 25 meter.
Yang jelas, kata Eddy, harus melewati lokasi wisata yang ada di Kota Batu. Untuk pengelolahan pembangunan Kereta Gantung yang memakan biaya sekitar Rp 150 Miliar lebih ini, tetap akan melibatkan pihak investor, warga, dan juga pemkot Batu.
Apabila dilakukan oleh APBD murni maka akan terlalu berat. Pihaknya juga masih belum melakukan sosialisasi kepada warga yang akan dilewati oleh jalur Kereta Gantung.
“Makanya ini sambil dilakukan studi kelayakan, sambil survey juga apakah strategis pada rute jalur yang kedua ini. Ada beberapa pertimbangan seperti yang saya sebutkan tadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Susilo Trimulyanto, Kabid Penelitian dan Pengembang, Bappeda Batu, menambahkan, untuk penempatan stasiun nanti juga harus berada pada wilayah yang strategis. Terutama dari segi wisata.
Apabila pada rute jalur pertama dan kedua ini sama-sama melewati arah Desa Tlekung, maka ada beberapa pertimbangan tempat wisata di Tlekung. Seperti BNS, Goa Jepang, Agrowisata, dan masih banak lagi.
“Kalau dari kemudahan akses, di Tlekung bisa dikatakan strategis. Selain dekat dengan jalan besar, juga memiliki beberapa objek wisata,” kata Susilo.