Media Sosial
VIDEO : Saat Teman Seusianya Asyik Bermain, Aksi Bocah Kelas 3 SD Ini Bikin Kagum
Tubuhnya memang masih kecil, tetapi tenaganya sudah kuat mendorong mesin tersebut. Annas pun dibuat heran dengan pemandangan langka itu.
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Siswa sekolah dasar (SD), terlebih yang baru duduk di kelas 3 tentu masih tergolong anak-anak. Belajar dan bermain adalah hal yang seharunya menjadi prioritas mereka.
Namun karena memang rajin atau terkadang dipaksa keadaan, beberapa anak kecil sudah ikut bekerja untuk membantu orangtuanya.
Salah satu yang patut diacungi jempol adalah seorang bocah kelas 3 madrasah ibtidaiyah (MI), yang dengan senang hatiikut membantu orangtuanya bekerja di sawah.
Tak tanggung-tanggung, anak laki-laki tersebut sudah dapat mengoperasikan mesin traktor untuk membajak sawah.
Bagaimana perkasanya bocah tersebut ketika mengendalikan traktor terekam dalam sebuah video yang dibagikan netizen Annas Doank di grup Info Warga Jember (IWJ), Minggu (23/4/2017).
Di sebuah sawah yang berlumpur, bocah itu terlihat sibuk mendorong traktor.
Tubuhnya memang masih kecil, tetapi tenaganya sudah kuat mendorong mesin tersebut. Annas pun dibuat heran dengan pemandangan langka itu.
“Iki lur tukang traktor paling keren. Dia anak pemilik traktor, masih kelas 3 MI tapi sudah rajin bantu orangtuanya. Semoga dia kelak jadi anak yang sukses n kita dulur IWJ semua semoga semakin jadi pribadi yang bermanfaat terutama buat keluarga di rumah. Amiin,” ungkap Annas di postingannya.
Di kolom komentar dia mengatakan, sebenarnya ayah anak tersebut sudah melarang untuk tidak ikut membajak di sawah. Namun, justru anak itu sendiri yang mau dan bahkan merasa senang.
Urusan sekolah dan mengaji tak perlu diragukan lagi, menurut Annas. Adapun video dan foto itu diambil di area persawahan daerah Purwosari, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur.
“Dia sekolahnya n ngajinya juga rajin lur. Orangtuanya udah nglarang dia belajar kerja kayak gitu, tapi emang anaknya yang maksa,” ujar Annas.
Netizen yang melihat postingan ini pun merasa salut dengan bocah tersebut.
Eka Widya Wati: “Hebat anak sekecil itu udah bisa bantu orangtua.”
Yatti Isnaini: “Aamiin... Waaaah salut banget aku sama kamu de.”
Najam Bretet KTT: “Subhanallah. Mulia sekali hati anak itu sudah bisa bantu orangtua. Jadi malu ingat masa kecilku.”