Rabu, 6 Mei 2026

Malang Raya

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Rofiuddin Sebut Sejarawan Sering Lupakan Sejarah Lokal

Dia mencontohkan Kota Malang. sejarawan bisa mencari sisi bermakna dari sejarah lokal untuk bersaing dengan daerah lain.

Tayang:
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr AH Rofiuddin MPd membuka seminar nasional bertema Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan, Rabu (26/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) menggelar seminar nasional bertema Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan, Rabu (26/4/2017).

Rektor UM, Prof Dr AH Rofiuddin MPd mengapresiasi inisiatif jurusan Sejarah untuk mengajak guru, dosen, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melakukan kajian terhadap sejarah lokal.

“Selama ini pembelajaran hanya berbasis sejarah nasional. Sejarah lokal banyak terlupakan sehingga tidak diketahui secara pasti kisahnya,” kata Rofiuddin kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (26/4/2017).

Menurutnya, kajian sejarah lokal sangat penting untuk mengetahui akar Indonesia dari sisi dampak sejarah lokal.

“Sejarah lokal bisa digunakan untuk melihat potensi suatu daerah. Ini berfungsi untuk kemajuan di masa depan,” ujarnya.

Dia mencontohkan Kota Malang. sejarawan bisa mencari sisi bermakna dari sejarah lokal untuk bersaing dengan daerah lain. Jadi butuh kajian sejarah lokal mendalam.

Seminar ini menjadi contoh bagi jurusan lain untuk berkontribusi pada dunia nyata.

“Perguruan tinggi tidak bisa sibuk dengan urusan dapur sendiri. Perguruan tinggi juga harus memberi sumbangan nyata pada dunia industri, dunia usaha, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved