Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Juara dan Aktif Penelitian, Mahasiswi UB Ini Kini Incar Kompetisi di Singapura

Anik dan tim akan menciptakan solusi atas masalah dan melakukan mentoring hingga Oktober 2017 untuk memperebutkan hadiah 20.000 dolar Singapura

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), Anik Haryanti. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Prestasi Anik Haryanti, Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), tak hanya berhenti sampai tahun ketiga perkuliahan.

Mahasiswi angkatan 2013 itu mendapatkan hadiah bebas Skripsi dari fakultas karena kemenangannya dalam Though for Food Swiss dan PIMNAS 2016. Ia pun memanfaatkan waktu luangnya di tahun keempat untuk mengikuti kompetisi Young social Entrepreneur di Singapura.

"Saya mengajukan penelitian mengenai pemanfaatan cacing Lumbricus untuk campuran pada pakan sapi dengan memberdayakan ibu-ibu di daerah Pujon. Tanah sisa pemberdayaan cacing juga bisa digunakan sebagai pupuk tanaman buah sehingga membentuk integrated farm," jelasnya pada SURYAMALANG.COM, Rabu (3/5/2017).

Anik dan tim terpilih dalam 16 tim yang akan mengikuti study visit ke Mumbai, India pada Awal Juni 2017. "Kami ke India untuk melihat masalah sosial dan melakukan brainstorming untuk memecahkan masalah tersebut dengan prinsip wirausaha," ujarnya.

Setelah itu, Anik dan tim akan menciptakan solusi atas masalah yang ada dan melakukan mentoring setiap bulan hingga Oktober 2017 untuk memperebutkan hadiah sebesar 20.000 dolar Singapura.

Penelitian sudah menjadi kegiatan sehari-hari Anik karena keikutsertaannya dalam berbagai kompetisi.

"Memang awalnya berat karena saya memulai penelitian di usai yang cukup dini. Saya juga belajar hal-hal baru yang belum diajarkan saat saya memulai meneliti," katanya.

Tak jarang Anik mendapat komplain dari laboran karena alat-alat laboratorium yang kotor karena proses penelitiannya yang menggunakan bahan-bahan ekstrim.

"Saat saya meneliti alat penyerap amoniak untuk PIMNAS, laboratorium jadi bau tidak enak dan saya kena marah laboran," kenangnya. 

Klik di sini unt

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved