Minggu, 19 April 2026

Malang Raya

Ujian Nasional Berbasis Komputer di Dua Sekolah di Kabupaten Malang Alami Masalah, Begini Solusinya

Ada pula yang berusaha menghubungkan menggunakan telepon genggam. Dengan upaya tersebut, semua server bisa terhubung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Ilustrasi UNBK. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Kasembon dan SMPN 2 Wagir sempat mengalami kendala.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Puji Herawati mengatakan seluruh server down saat pelaksanaan UNBK hari pertama di SMPN 1 Kesambon pada Selasa (2/5/2017). Tidak ada satu pun server yang bisa terhubung dengan server pusat. Akibatnya seluruh penyelenggara UNBK kelabakan.

“Jadi semua ‘kesaktian’ harus dikeluarkan agar server bisa konek kembali. Selama ini kami tidak dianjurkan menggunakan modem,” ujar Puji kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (3/5/2017).

Sebagai solusi, panitia ada yang langsung membeli modem atau yang meminjam modem. Ada pula yang berusaha menghubungkan menggunakan telepon genggam. Dengan upaya tersebut, semua server bisa terhubung.

Namun, masalah terjadi pada server 2 dan server 3 di SMPN 1 Kasembon. Server 2 baru bisa terhubung pada pukul 13 .00 WIB. Akibatnya pelaksanaan UNBK di server ini mundur sampai pukul 20.30 WIB.

“Karena mulainya pukul 13.00 WIB, selesainya juga malam. Kan pelaksanaanya tiga sesi,” tambah Puji. 

Khusus untuk server 3, sama sekali tidak bisa terhubung. Server cadangan yang disiapkan juga gagal terhubung. Akibatnya, ada 120 siswa yang gagal melaksanakan UNBK di hari pertama.

Solusinya, UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia akan diulang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadwalkan ujian pada 10 Mei 2017.

“Ini bukan ujian susulan. Ini tetap dianggap ujian utama. Kalau ujian susulan tidak ada kesempatan untuk mengulang,” tegas Puji.

Hal serupa terjadi saat pelaksanaan UNBK hari kedua di SMPN 2 Wagir. Server di SMPN 2 Wagir gagal terhubung dengan server pusat. Sever ini menghubungkan 16 komputer yang digunakan 48 siswa dalam tiga sesi UNBK.

Kondisi tersebut sudah dilaporkan ke help desk dan diteruskan ke Kemendikbud. Namun sampai saat ini belum ada kepastian pelaksanaan UNBK 48 siswa tersebut harus dijadwal ulang atau tidak.

“Seharusnya memang dijadwal ulang. Tapi belum ada jawaban,” tambah Puji.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved