Nasional

Duh, Matanya yang Sakit, Tapi Staf Puskesmas Memberinya Obat Tetes Telinga, Beginilah Jadinya

pemberian obat yang salah itu terjadi dua kali, dan dua kali pula Ketut Yasa menggunakan obat yang salah itu, sehingga kondisinya bertambah parah

Duh, Matanya yang Sakit, Tapi Staf Puskesmas Memberinya Obat Tetes Telinga, Beginilah Jadinya
Tribun Bali
Ketut Yasa menunjukkan obat yang diresepkan dokter, mata kirinya tampak bengkak, Kamis (5/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu Astri Desiani

SURYAMALANG.COM, SINGARAJA – Staf Puskesmas Buleleng III, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali diduga kuat melakukan keteledoran yang bisa membahayakan pasien.

Saat berobat ke puskesmas itu, seorang pasien bernama Ketut Yasa (58) yang menderita sakit mata ternyata diberi obat tetes untuk telinga.

Akibatnya, sakit mata Ketut Yasa tidak menjadi sembuh.

Yang memprihatinkan, pemberian obat yang salah itu terjadi dua kali, dan dua kali pula Ketut Yasa menggunakan obat yang salah itu, sehingga kondisinya bertambah parah.

Ketut Yasa yang tinggal di jalan Pulau Irian, Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng saat itu dilayani oleh dokter umum berinisial GSM yang sedang bertugas di Puskesmas Buleleng III.

Diceritakan Yasa, keluhan sakit pada bagian matanya mulai ia rasakan sejak 2 Mei 2017 lalu.

Saat tengah mengendarai motor, matanya tiba-tiba terkena butiran pasir yang terbang dari sebuah truk, yang kebetulan melintas tepat di depan motornya.

Matanya terasa perih. Karena rasa perih pada bagian matanya itu tak kunjung hilang, akhirnya Yasa memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Buleleng III pada Rabu (3/5/2017).

"Pada Selasa 2 Mei itu saya baru saja pulang dari sembahyang. Tidak pakai helm, hanya pakai udeng. Mata saya tiba-tiba kemasukan butiran pasir dari truk yang melintas di depan kendaraan saya. Karena perih di mata tak mereda, saya coba berobat ke puskesmas ini, karena saya pakai BPJS Kesehatan," tutur Yasa saat ditemui di Puskesmas Buleleng III, Kamis (4/5/2017).

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved