Selasa, 7 April 2026

Travelling

Sindy Asta Punya Cara Unik Agar Tidak 'Tersesat' dan Makin Mengenal Kota Malang

Kesukaannya terhadap sejarah kota membuatnya mendirikan komunitas A Day to Walk, sebuah komunitas jalan-jalan (walking tour)

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Sindy Asta 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - "Saya tidak ingin tersesat di kota sendiri," demikian kata Sindy Asta (23), saat mengawali perbincangan dengan SURYAMALANG.COM.

Tersesat di sini bukan berarti Sindy tidak tahu arah di Kota Malang.

Yang dia maksud adalah tersesat karena tidak mengetahui sejarah kotanya sendiri, yakni Kota Malang.

Aremanita dari Jl Borobudur Kota Malang ini sangat ingin mengenal sejarah kotanya. Karenanya, perempuan pekerja kantoran ini menggali sejarah kotanya dengan caranya sendiri.

"Saya sangat menyukai sejarah. Karenanya saya membaca sejarah Kota Malang, dan ternyata Kota Malang ini memiliki kawasan yang layak dijadikan wisata sejarah seperti halnya Kota Tua di Jakarta. Saya tidak ingin tersesat di kota sendiri dan tidak mengenalnya," tegas Sindy.

Kesukaannya terhadap sejarah kota membuatnya mendirikan komunitas A Day to Walk, sebuah komunitas jalan-jalan (walking tour) untuk menjelajah kawasan wisata sejarah.

Beberapa waktu lalu, Sindy dan teman-temannya di komunitas itu memilih kawasan Kayutangan sebagai kota tua-nya Kota Malang.

"Kami ingin kawasan ini masuk dalam walking tour map yang kami garap. Semua orang harus tahu kalau Kayutangan itu nilai sejarahnya tinggi. Tidak sekadar berjalan-jalan di sini tetapi mengenal gedung-gedung tuanya dan kawasan bersejarah di kampung Kayutangan," tegas Sindy.

Karena dengan mengenal sejarah kotanya, kata perempuan yang bekerja di perusahaan pengolahan susu ini, maka seseorang tidak akan tersesat di kota sendiri.

"Saya tidak ingin asing dan tersesat di kota sendiri," pungkas Sindy.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved