Jumat, 10 April 2026

Travelling

Sempat Hilang di Gunung Bromo, Dua Turis Cewek Asal Perancis Sudah Ditemukan

"Dari laporan itu, kami langsung bentuk tim dan melakukan pencarian dan penyisiran di kawasan TNBTS ini," kata Camat Sukapura Yulius Christian

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Dua turis asal Perancis yang sempat hilang di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Dua wisatawan mancanegara asal Perancis sempat dikabarkan menghilang saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sukapura, Probolinggo, Kamis (11/5/2017) petang

Mereka adalah Pauline Lanzini dan Zelie Tirand. Keduanya dikabarkan hilang sejak pukul 16.00. Untungnya, keduanya berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari TNBTS, TRC BPBD, PVMBG Bromo, TNI, Polri dan masyarakat tengger.

Keduanya ditemukan tim pada Jumat (12/5/2017) dini hari atau sekitar pukul 01.15. Keduanya dievakuasi dari kawasan TNBTS pada pukul 02.15, dan dibawa ke Puskesmas Sukapura untuk menjalani pemeriksaan medis.

Informasinya, keduanya ditemukan di jurang yang memisahkan antara Gunung Bromo dan Gunung Batok. Kedua traveller asal Perancis ini sempat kontak ke Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG , Gede Suantika. Kala itu, keduanya mengirimkan pesan singkat dan menyatakan bahwa mereka tersesat.

"Dari laporan itu, kami langsung bentuk tim dan melakukan pencarian dan penyisiran di kawasan TNBTS ini," kata Camat Sukapura Yulius Christian, kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/5/2017).

Yulius mengatakan, mereka kini sedang dirawat di Puskesmas. Kondisinya mulai berangsur membaik, paska sebelumnya kondisinya sangat lemat dan drop.

"Saat ditemukan kondisinya sangat lemas sekali. Tampak wajah mereka sangat kelelahan. Untungnya, mereka mampu bertahan hidup hingga akhirnya ditemukan oleh tim. Rencananya, jika kondisi dua turis ini membaik akan segera kami pulangkan," tandasnya.

Ia menceritakan, dari pengakuan dua turis itu, awalnya mereka jalan-jalan ingin menuju ke kawah Gunung Bromo. Mereka memilih jalan kaki dibandingkan menggunakan jasa mobil hartop atau kuda yang sudah disediakan.

Namun, mereka merasa perjalanannya tidak berujung, hingga akhirnya sadar bahwa mereka ini tersesat.

"Untungnya sebelum baterai handphonenya habis, mereka sempat kirim pesan, dan bisa ditindaklanjuti," paparnya.

Yulius menegaskan, kejadian ini tidak membuat aktivitas kawasan TNBTS terganggu. Wisata tetap dibuka seperti biasanya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved