Malang Raya
Beri Kuliah Tamu, Gubernur NTT Minta UB Malang Teliti Kemiskinan di Provinsinya
"Masih ada 18 dari 22 Kabupaten yang masuk dalam kategori daerah tertinggal. Padahal NTT berada di wilayah terdepan Indonesia," kata Gubernur
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Meski pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di atas pertumbuhan ekonomi negara, namun angka kemiskinan di NTT masih termasuk tinggi.
"Masih ada 18 dari 22 Kabupaten yang masuk dalam kategori daerah tertinggal. Padahal NTT berada di wilayah terdepan Indonesia," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya saat memberikan kuliah tamu di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (26/5/2017).
Setiap desa di NTT juga mendapatkan dana pembangunan dengan pengelolaan di koperasi, tai angka kemiskinan di NTT masih berkisar belasan persen.
"Kami meminta dukungan UB untuk meneliti apa kesalahan yang terjadi di NTT. Apakah jaringannya yang harus ditambah? Atau harus ada lembaga teroisah yang mengolah dan memasarkan produk pertanian dan peternakan?" katanya.
Frans memprediksi hal tersebut karena petani selama ini memproduksi, mengolah, dan memasarkan produknya sendiri, namun hasilnya tidak maksimal.
"Kami harap kerjasama dengan UB yang memiliki kajian kemiskinan dapat menemukan masalah dan solusinya," harapnya.
Ia juga berpesan pada mahasiswa yang hadir untuk memberikan perhatian serius pada saudara sebangsa yang berada di desa atau kampung.
"Jangan mengatakan bahwa mereka itu miskin. Tugas kita adalah membuat mereka lebih baik dan mendapatkan hidup yang layak," pesannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gubernur-nusa-tenggara-timur-frans-lebu-raya-kuliah-tamu-mahasiswa-universitas-brawijaya_20170526_132459.jpg)