Malang Raya

Ekstra Ketat, Seperti Ini Proses Penempatan Napi Terorisme di Lapas Lowokwaru Malang

Azmi naik sebuah mobil Innova berwarna hitam. Tangannya diborgol, dan kepalanya ditutupi.

Ekstra Ketat, Seperti Ini Proses Penempatan Napi Terorisme di Lapas Lowokwaru Malang
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Azmi saat digiring memasuki sel khusus di Lapas Lowokwaru, Senin (12/6/2017) 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Azmi Fuadi (24), narapidana kasus terorisme ditempatkan di sel khusus dengan pengamanan maksimal setibanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Malang (Lapas Lowokwaru), Senin (12/6/2017).

"Dia kami tempatkan di sel khusus dengan maximum security," tegas Kepala Lapas Malang Krismono kepada awak media termasuk SURYAMALANG.COM.

Penegasan ini disampaikan Krismono tak lama setelah Lapas Lowokwaru menerima Azmi Fuadi dari Lapas Bojonegoro. AF atau Azmi Fuadi merupakan terpidana kasus terorisme.

Dalam persidangan, ia disebut sebagai perakit bom dan terlibat dalam kasus bom Beji, sebutan untuk kasus ledakan bom di Jl Nusantara, Beji, Depok pada 2012 lalu.

Azmi ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah di tahun 2013. Majelis hakim PN Jakarta utara yang menyidangkan Azmi memvonisnya tujuh tahun enam bulan penjara. Sejak tahun 2015, ia berada di Lapas Bojonegoro.

Selama di Lapas itu, ia disebut dua kali mencoba melarikan diri. "Dia melakukan pelanggaran berat, yakni dua kali mencoba kabur dari Lapas dengan memanjat dinding tembok Lapas dan bisa ditangkap kembali," ujar Krismono. Upaya pelarian terakhir terjadi, Minggu (11/6/2017) meski akhirnya berhasil ditangkap.

Sekitar pukul 15.51 WIB, rombongan pembawa Azmi tiba di Lapas Lowokwaru. Pengawalan terhadap Azmi terbilang ketat. 15 orang polisi dari Satuan Lalu Lintas, Sabhara, Reserse dan kriminal, juga Intelijen Polres Bojonegoro mengawalnya, juga ada petugas dari Lapas Bojonegoro.

Mereka mengendarai dua mobil Innova, dan dua mobil pengawalan. Sebuah mobil pengawalan dari Lalu Lintas berada di depan, dan mobil patroli Sabhara berada di urutan paling belakang.

Azmi naik sebuah mobil Innova berwarna hitam. Tangannya diborgol, dan kepalanya ditutupi. Setibanya di depan Lapas Lowokwaru, Kepala Lapas Krismono langsung memerintahkan mobil pembawa Azmi masuk ke dalam Lapas. Hanya tiga mobil pengiring yang berada di luar Lapas. Azmi tidak turun di luar Lapas.

Ia turun setelah mobil berada di dalam kompleks Lapas. Bahkan mobil masuk melewati dua pintu gerbang Lapas. Setelah berada di area dalam, Azmi turun. Polisi bersenjata laras panjang mengawalnya.

Seperti prosedur biasa, ia menjalani pemeriksaan kesehatan. "Dia sehat. Namun selama sebulan ke depan, ia kami tempatkan di sel khusus dengan pengamanan maksimum itu," tegas Krismono. Sel khusus hanya untuk satu orang. Pengamanan maksimal berupa adanya dua pintu untuk masuk ke sel tersebut. Azmi sendiri telah tiga tahun menjalani hukumannya.

Sekitar pukul 16.45 WIB, Azmi dibawa masuk ke sel khususnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved