Senin, 20 April 2026

Malang Raya

Belum Ada Temuan Terbaru dari Polisi Terkait Pencurian Emas 2.5 Kg Kota Malang

Heru juga tidak menjelaskan secara detail apakah pelaku adalah jaringan spesialis pembobol toko emas atau bukan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Garis polisi dipasang mengeliling Toko Emas Barokah di Pasar Terpadu Dinoyo, Kota Malang, Kamis (15/6/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Polisi masih terus mendalami kasus pencurian emas yang terjadi di toko emas Barokah pada Kamis (15/6/2017).

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo mengatakan, saat ini berkas pemeriksaan sudah dilimpahkan ke Polres Malang Kota.

Heru mengatakan masih belum ada temuan terbaru dari hasil penyelidikan semantara ini. Polisi juga masih mengawasi TKP tempat hilangnya 2.5 Kg emas di toko emas Barokah. Pengembangan para saksi juga terus dilakukan untuk mendapatkan informasi.

“Untuk sementara begitu saja. Belum ada temuan terbaru,” ujarnya, Jumat (16/6/2017).

Namun Heru tetap meyakini kalau pelaku pencurian berjumlah lebih dari satu orang. Heru juga tidak menjelaskan secara detail apakah pelaku adalah jaringan spesialis pembobol toko emas atau bukan.

“Belum bisa berkomentar soal itu,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, toko emas Barokah yang berada di Blok A Pasar Terpadu Dinoyo (PTD), Kota Malang dibobol maling, Kamis (15/6/2017).

Dalam peristiwa itu, seluruh emas yang berada di toko raib. Diperkirakan, seluruh emas yang berada di dalam toko seberat 2.5 Kg. Sumarlik (36), pemilik toko mengatakan kerugian yang ia derita sekitar Rp 1 Miliar.

Maling yang berhasil membawa 2.5 Kg emas di toko emas Barokah diduga menggunakan las untuk membuka brankas pemilik toko, Sumarlik (36). Sumarlik  mengatakan hal itu kepada wartawan karena di brankas yang ia gunakan untuk menyimpan barang terdapat bekas las

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved