Malang Raya
PBID Segera Dilaunching, Keluarga Miskin di Kota Batu Bakal Mudah Dapat Pelayanan Kesehatan
Tak lama lagi kartu Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) yang menggunakan anggaran APBD akan dilaunching. PBID ini merupakan kartu khusus untuk gakin
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Tak lama lagi kartu Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) yang menggunakan anggaran APBD akan dilaunching. PBID ini merupakan kartu khusus untuk menangani keluarga miskin (gakin) di Kota Batu.
Seperti yang diketahui, warga miskin di Kota Batu masih berjumlah banyak dan belum terdata secara keseluruhan.
Kasi Bantuan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu, Retno Probowati, mengatakan sejauh ini gakin yang akan berobat masih menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM).
SPM ini dikatakannya hanya sementara saja, tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, dengan PBID nanti masyarakat yang sakit terutama yang sakit kronis tidak usah bolak-balik mengurus surat pernyataan tidak mampu.
"Sejak awal 2017, Dinsos menyiapkan data gakin. Kami siap 1000 jiwa penerima PBID gakin di Kota Batu. Finalnya Juli besok," kata Retno, Jumat (30/6/2017).
Ketika PBID diterbitkan, lanjutnya, setidaknya warga miskin yang mengurus SPM dengan diagnosa penyakit yang harus selalu rutin berobat, baik itu balita rentan gizi, lansia, bisa dicover oleh rumah sakit.
Dikatakannya, PBID ini tidak membatasi jumlah keluarga. Apabila dalam satu keluarga ada yang sakit, dan mendapatkan rekomendasi dari RT/RW setempat, bisa diberi PBID juga.
PBID ini menyesuaikan kondisi gakin di Kota Batu. Dikatakannya, sudah ada 1000 jiwa yang terdata. Namun data tersebut bisa berubah dikarenakan ada warga yang meninggal dan pindah tempat tinggal.
"Soal kuota pasti bisa bertambah. Oleh karena itu, kami terus mendata. Setidaknya, masyarakat miskin bisa tertangani dan tidak terlantar," katanya.
Ia berharap, dengan PBID ini Dinsos mampu berperan dalam menanggulangi kemiskinan dan rentan miskin untuk penanganan dampak sosial masyarakat miskin di Kota Batu.
Untuk menggali data, Dinas Sosial punya relawan tangguh, sekitar 24 orang perwakilan per desa/kelurahan. Dari situ terdata semua masyarakat miskin. Serta, bekerja sama dengan desa/kelurahan setempat.
Seperti yang diketahui, PBID ini nanti akan diklaim oleh BPJS Kesehatan. Secara otomatis, warga yang mendapatkan PBID sudah jelas akan mendapatkan kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum. Yang sudah memiliki tetap akan dicover.