Malang Raya
Dalam Konteks Seperti Ini, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Jangan Terlalu Santun Ya!
Koordinator pelaksana monev eksternal PKM Didanai 2017 UM, Dr Heny Kusdiyanti SPd MM mengakui banyak mahasiswa UM yang kurang mampu presentasi.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tia Kusniawati mengaku gugup dan khawatir menghadapi monitoring dan evaluasi (monev) eksternal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Didanai 2017 di Sasana Krida Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (12/7/2017).
“Saya baru kali pertama. Makanya saya jadi pasti gugup. Tetapi saya sudah latihan presentasi dan konsultasi dengan pembina,” kata mahasiswi semester 4 Jurusan Biologi UM itu kepada SURYAMALANG.COM.
Koordinator pelaksana monev eksternal PKM Didanai 2017 UM, Dr Heny Kusdiyanti SPd MM mengakui banyak mahasiswa UM yang kurang mampu presentasi.
“Kelemahannya, mereka terlalu santun. Santun memang bagus untuk komunikasi sehari-hari. Namun untuk presentasi PKM, mereka ternilai kurang agresif mengekspresikan diri,” terangnya.
Untuk persiapan monev dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), UM mengadakan coaching clinic persiapan presentasi dari pakar komunikasi dari Fakultas Sastra.
“Jika produknya bagus namun presentasinya kurang menarik, kan sayang. Apalagi presentasi memiliki bobot penilaian sebesar 30 persen,” jelas Heny.
Ketua tim monev ekternal Belmawa Dirjen Dikti, Dr Ir Bambang Sampurno MT mengatakan presentasi memang sangat penting. Apalagi disertai menunjukkan produk hasil penelitian.
“Peserta bisa membawa produk atau hanya video sebagai pendukung presentasi,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pembukaan-monev-eksternal-pkm-didanai-2017-di-sasana-krida-um-rabu-1272017_20170712_112928.jpg)