Senin, 4 Mei 2026

Nasional

2 Cewek ABG Ditangkap Polisi-TNI Gadungan, Dibawa ke Rumah Kosong, dan Terjadilah . . .

Pelaku memanggil temannya AR (20) yang dikenalkan sebagai polisi kepada kedua korban. HP dan AR akhirnya berhasil membujuk keduanya.

Tayang:
Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

SURYAMALANG.COM, BANJARNEGARA - Demi memuaskan nafsunya, dua pemuda mengaku sebagai anggota TNI dan polisi. Akibatnya mereka pun ditangkap polisi di Banjarnegara.

Peristiwa terjadi pertengahan Juni lalu. Keduanya ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Banjarnegara berdasarkan laporan orang tua korban.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, pelaku kami tangkap di tempat yang berbeda pada 23 Juni lalu. HP ditangkap di sebuah kafe tempatnya bekerja. AR ditangkap di Alun-Alun Banjarnegara," ucap Kasat Reskrim AKP T Sapto Nugroho dalam gelar perkara, Rabu (19/7/2017).

Kejadian berawal ketika SA (14) dan MR (16) yang masih kerabat berpamitan kepada orang tua SA. Mereka meminta izin hendak berjalan-jalan dengan dua teman laki-lakinya setelah Maghrib.

Sekitar pukul 23.00 WIB, keempatnya mampir ke taman kota, Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara. Mereka duduk-duduk di taman.

Saat itulah, HP (18) datang menggunakan jaket bermotif loreng. Dia menegur kedua korban dan temannya karena masih berada di taman kota hingga larut malam.

HP yang mengaku anggota TNI itu menanyakan surat-surat kendaraan yang mereka bawa. Karena tak membawa dokumen kendaraan, kunci motor milik teman korban diminta pelaku.

Akibatnya, empat remaja ini tak dapat pulang. HP kemudian menawarkan diri mengantar kedua korban pulang ke rumah.

Pelaku memanggil temannya AR (20) yang dikenalkan sebagai polisi kepada kedua korban. HP dan AR akhirnya berhasil membujuk keduanya.

Adapun dua teman laki-laki korban tak bisa ke mana-mana lantaran kunci motor milik mereka disita HP. Ternyata janji mengantarkan pulang itu hanya akal-akalan.

Kedua korban malah dibawa ke sebuah rumah kosong di Dusun Pungkuran, Kelurahan Kutabanjar, Kecamatan Banjarnegara.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, pelaku dan korban duduk-duduk sambil mengobrol di ruang tamu.

Saat hendak memulai aksi bejatnya, pelaku mengancam dengan menyatakan kedua teman korban di taman akan dipukuli jika SA dan MR melawan.

Masing-masing korban dibawa ke kamar berbeda di rumah kosong tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved