Pilkada Kota Malang
Antara Jalur Independen Atau Partai, Ini ‘Kendaraan’ Politik Pilihan M Anton
Wali Kota Malang itu sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti PDIP, Hanura, Golkar, Demokrat, dan PAN.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - M Anton tetap membuka peluang maju dalam Pilkada Kota Malang melalui jalur independen. Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang yang dipimpinnya menjalin komunikasi politik dengan beberapa partai.
Terakhir, silaturahmi politik terjadi antara PKB dengan PDIP Kota Malang di Baiduri Sepah Resto pada Minggu (23/7/2017) sore. Selain itu, pria yang masih menjadi Wali Kota Malang itu sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti PDIP, Hanura, Golkar, Demokrat, dan PAN.
Namun, Anton menegaskan tidak ada pembatalan soal melaju lewat jalur independen.
“Semuanya masih terbuka. Dukungan masyarakat terus ada. Politik kan bisa berubah. Kalau ada koalisi permanen dengan parpol lain dan bisa mengusung, ya lewat jalur partai. Jika tidak bisa koalisi, saya pakai dukungan masyarakat,” ujar Anton kepada SURYAMALANG.COM, Senin (24/7/2017).
Perlu diketahui, PKB hanya memiliki enam kursi di DPRD Kota Malang. Padahal, partai yang bisa mengusung calon sendiri harus memiliki sembilan kursi.
Menurutnya, dukungan masyarakat itu dibuktikan dengan pengumpulan fotokopi KTP, dan juga pengisian surat pernyataan dukungan. Dukungan itu bakal dipakai untuk melaju melalui jalur independen.
“Pencarian dukungan tetap jalan seperti biasa,” imbuhnya.
Penggalangan dukungan dari masyarakat itu sebagai bentuk sadar diri PKB yang tidak bisa mengusung calon tanpa koalisi. Menurutnya, dukungan dari masyarakat terus mengalir dari sejumlah kalangan.
Sementara itu, pengurus Parpol terus bersilaturahmi dengan Anton dan PKB sebagai pendekatan dan komunikasi politik.
“Tetapi belum ada koalisi permanen,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wali-kota-malang-m-anton_20170531_183016.jpg)