Malang Raya
Digembleng dalam Diklat Kepemimpinan, Ini Tuntutan untuk 80 Pejabat Pemkab Malang
Bupati Malang, H Rendra Kresna mengharapkan agar kegiatan Diklat tidak dianggap sebagai formalitas.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Sebanyak 80 pejabat Pemkab Malang digembleng dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan.
Diklat dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompentensi Sumber Daya Aparatur Pemerintahan pada jenjang jabatan Eselon IV.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Nurma Ramdansyah mengatakan, sebanyak 80 pejabat eselon IV Pemkab Malang akan mengikuti Diklat yang direncanakan berlangsung selama 97 hari atau selama 4 bulan. Diklat dimulai Senin (14/8/2017).
Selama diklat, para peserta akan diberikan materi seputar kompetensi teknik, personal, sikap dan perilaku, serta kompetensi sosial, dengan memakai metode in off.
"Ini merupakan Diklat yang pertama dilaksanakan pada tahun 2017, di mana para pejabat eselon IV diharapkan bisa mengikuti semua materi yang diberikan dan kemudian dipraktekan di lapangan dan kembali ke kantor, hal itu penting untuk kemajuan pejabat dan sebagai persyaratan promosi jabatan," kata Nurman, Selasa (15/8/2017).
Sekretaris Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa menjelaskan, dalam pelaksanaan Diklat kepemimpinan bagi Pejabat Pemkab Malang dituntut adanya komunikasi yang intensif dengan mentor masing-masing sehingga ada koordinasi dengan baik.
Karena hal itu sangat dibutuhkan dalam menjalankan rutinitas pekerjaan memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Karena kebanyakan jalinan komunikasi antar pejabat Pemerintahan dirasa masih kurang sehingga minim koordinasi dan berdampak pada kualitas layanan.
Selain itu, ungkap Budi Santoso, setiap peserta juga diwajibkan untuk menggelar seminar yang menentukan kompetensi. Dimana lulus dan tidak lulus pejabat dalam Diklat kepemimpinan nanti juga ditentukan dari seminar tersebut.
"Untuk itu, peserta Diklat jangan disibukkan dengan tugas biasanya di Pemkab, dan mereka harus siap dengan kewajiban dan tugas dalam mengikuti diklat kepemimpinan," ucap Budi Santoso.
Sedangkan Bupati Malang, H Rendra Kresna mengharapkan agar kegiatan Diklat tidak dianggap sebagai formalitas. Tapi Diklat kepemimpinan harus dapat membentuk figur aparatur pemerintah yang cerdas, terampil, jujur, bersih dan mampu memahami situasi dan kondisi wilayah, juga sadar akan tanggung jawabnya sebagai Aparatur Pemerintah, Abdi Negara dan Abdi Masyarakat'.
"Untuk itu, seluruh peserta Diklatpim Tingkat IV harus mengikuti kegiatan sejak awal sampai akhir dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab," tutur Rendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bupati-malang-rendra-kresna-lantik-sekretaris-daerah-yang-baru-dan-5-pejabat-eselon-ii_20170731_190006.jpg)