Malang Raya
Buat Plastik dari Kulit Pisang? Bisa Kok, Inilah Karya Mahasiswi Universitas Brawijaya
Bioplastik ini bernama Eco Friendly Biokuping ini menggunakan kulit pisang yang terbuang di Kota Malang dan sekitarnya.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
“Bakteri Pseudomonas hidup di tanah dan mengurai zat organik. Sedangkan bioplastik ini terbuat dari zat organik sehingga mudah terurai oleh bakteri ketika sudah berada di tanah,” terangnya.
Biasanya bioplastik terurai dalam waktu 1-2 bulan.
Namun bioplastik biokuping hanya butuh waktu sekitar 20 hari.
“Ketika diujicobakan di beberapa sampel tanah di Indonesia, bakteri Pseudomonas yang mengoptimalkan degradasi lebih cepat,” tambahnya.
( Baca: Berdarah-darah Keluar dari Klinik, Tas Plastik Wanita ini Bikin Nganjuk Gempar, Isinya . . . )
( Baca: Wadah Plastik Halal Telah Merambah Malang Raya, Bikin Tenang Umat Islam )
( Baca: Kisah Ayah dan Anak Melihat Hewan dalam Tas Plastik Jadi Viral, Isinya Bikin Syok, Ternyata . . . )
Untuk membuat bioplastik biokuping, Anis dan timnya menggunakan limbah kulit pisang raja nangka.
Tim ini sengaja menggunakan pisang raja nangka karena banyak UKM yang menggunakan pisang jenis itu.
Selain itu, kandungan pati kulit pisang raja nangka juga lebih banyak.
“Dari 3 tandan kulit pisang, kami bisa mengekstrak 20 kilogram (Kg) pati yang diolah menjadi bioplastik warna putih dan hitam,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mahasiswi-teknologi-pertanian-ftp-universitas-brawijaya-ub-membuat-bioplastik-dari-kulit-pisang_20170820_165752.jpg)