Rabu, 8 April 2026

Pilkada Kota Malang

DPC PKB Malang Buka Lowongan Pasangan untuk Anton di Pilkada, Syaratnya Mudah

Pencarian pasangan untuk Anton dilakukan dalam masa penjaringan Bacalon Wawali selama 10 hari dimulai Senin (21/8/2017).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Pengurus DPC PKB Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang berburu 'pasangan' untuk Ketua DPC PKB Kota Malang yang juga Wali Kota Malang Moch Anton.

Pasangan yang dicari ini adalah bakal calon wakil wali Kota Malang yang hendak disandingkan dengan Anton di Pilkada Kota Malang 2018.

Pencarian pasangan untuk Anton dilakukan dalam masa penjaringan Bacalon Wawali selama 10 hari dimulai Senin (21/8/2017).

Penjaringan ini dilakukan oleh Tim 7 dari Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang.

Ketua LPP DPC PKB Kota Malang Arief Wahyudi menuturkan PKB Kota Malang secara khusus hanya mencari bacalon Wawali karena sudah memiliki Bacalon Wali Kota Malang.

"Karena Bacalon wali kotanya sudah pasti Abah Anton. Kami mendapatkan jaminan kalau Abah yang akan direkom, dan kader juga menginginkan Abah Anton maju di Pilkada 2018 dari PKB tentunya," ujar Arief.

Ketika ditanya apakah DPP PKB sudah menurunkan surat rekomendasi Bacalon yang bakal diusung, Arief menjawab rekom itu memang belum turun.

Namun pihaknya mendapatkan jaminan dari pengurus DPW PKB Jawa Timur kalau nama Anton lah yang akan diusung.

Namun untuk mendapatkan rekom itu, DPC diminta mencari Bacalon Wawali.

"Sehingga kami membuka penjaringan. Nanti akan ada nama-nama hasil penjaringan yang kami serahkan ke DPP. DPP yang bakal memilih," imbuh Arief.

Apakah penjaringan ini karena komunikasi politik dengan partai politik lain tidak berhasil?. Arief menegaskan komunikasi politik dengan Parpol terus berjalan.

"Dan kalau hasilnya koalisi, sampai saat ini belum satu pun parpol di Kota Malang yang berkoalisi. Jadi tidak karena itu, dan bukan mendadak juga karena ini jadwal lama yang dilaksanakan sekarang," tegas Arief.

Ia juga menampik penjaringan ini berkaitan dengan kehadiran penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lini eksekutif da legislatif Kota Malang.

"Tidak ada kaitannya dan pengaruhnya persoalan KPK itu," imbuhnya.

Terkait penjaringan itu, lanjut Arief, bisa diikuti oleh siapapun, baik kader Parpol lain maupun non-Parpol.

Arief mencontohkan kalangan seperti akademisi, ulama bisa mendaftar.

Dalam penjaringan Bacalon Wawali ini, PKB Kota Malang tidak menetapkan biaya pendaftran di awal.

Arief mengakui nantinya tetap ada iuran dari Bacalon.

"Jumlahnya menyusul. Kami hitung berdasarkan kebutuhan biaya survei. Biaya survei itu nanti akan dibagi kepada semua Bacalon dan DPC tentunya," pungkasnya

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved