Malang Raya
Mahasiswa Unair Tewas di Air Terjun Kedung Malang, Ternyata Lokasi Ini Ditutup Setahun Lalu
Kapolsek Bantur, AKP Yatmo menjelaskan, lokasi air terjun Kedung tersebut jalanya cukup curam dengan ketinggian sekitar 90 meter
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BANTUR - Objek wisata air terjun Kedung di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ditutup sejak setahun lalu.
Penutupan objek wisata air terjun Kedung lebih disebabkan lokasinya yang cukup berbahaya bagi pengunjung.
Kapolsek Bantur, AKP Yatmo menjelaskan, lokasi air terjun Kedung tersebut jalanya cukup curam dengan ketinggian sekitar 90 meter.
Dengan demikian lokasi tersebut cukup sepi dan jauh dari pemukiman warga.
"Makanya, tadi teriakan minta tolong dari teman korban tidak didengar oleh warga dengan cepat. Baru beberapa saat kemudian ada dua warga yang mendengar dan bermaksud memberi pertolongan tapi korban sudah meninggal," kata Yatmo, Selasa (29/8/2017) malam.
Memang, diakui Yatmo, tanda larangan bagi kunjungan wisatawan hanya kayu, namun sebelumnya sempat ada papan pengumuman larangan bagi pengunjung ke air terjun.
Tapi papan tersebut hilang dan tinggal kayu penutup jalan yang mudah dilalui.
Pengunjung meninggal di air terjun Kedung, menurut Yatmo, sudah terjadi dua kali.
Sedangkan yang terjatuh terpeleset dan mengalami luka ringat hingga berat tidak terhitung.
Ini dikarenakan lokasi air terjun Kedung selain curam juga batunya berlumut sehingga licin.
Demikian juga dengan air sungai yang tiba-tiba keruh campur lumpur cukup membahayakan bagi pengunjung yang terjatuh.
"Itulah mengapa kami bersama pak Kades dan pak Camat sepakat menutup lokasi tersebut. Besok rencananya kami akan memberi tanda larangan berkunjung kembali yang lebih besar dan kuat sehingga tidak mudah dirusak," tutur Yatmo.
Diberitakan sebelumnya, Yudi Kurniawan Prasetyo (21) mahasiswa Unair Surabaya asal jalan Raya Gapura Kota Sumenep, Madura, ditemukan meninggal dunia di sungai bawah air terjun Kedung Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Selasa (29/8/2017).