Sabtu, 11 April 2026

SEA Games 2017

Daftar Kontroversi SEA Games 2017, Yang Final Bola Paling Bikin Nyesek Pendukung Malaysia

Malaysia tampil sebagai juara umum SEA Games 2017. Walau demikian, sejumlah kontroversi penyelanggaraan itu bikin syok.

Editor: Adrianus Adhi
wikipedia
SEA Games 2017 

SURYAMALANG.com -  Malaysia tampil sebagai juara umum SEA Games 2017. Walau demikian, sejumlah kontroversi penyelanggaraan itu bikin syok.

Sekadar diketahui, Malaysia mencatat rekor setelah menjadi juara umum SEA Games XXIX/2017 dengan mengumpulkan 145 medali emas.

Jumlah itu merupakan yang terbanyak sepanjang keikutsertaan Malaysia, dalam pesta olahraga negara Asia Tenggara tersebut.

Perolehan ini juga melampaui perolehan 111 medali emas pada SEA Games 2001, saat mereka juga menjadi tuan rumah.

Ini juga menjadi hadiah  ulang tahun kemerdekaan negara tersebut dari Inggris yang jatuh pada Kamis (31/08/2017).

Juara bertahan Thailand berada di urutan kedua dengan perolehan 72 medali emas, diikuti Vietnam (58 emas), Singapura (57 emas),

Lalu, Indonesia (38 emas), Filipina (24 emas), Kamboja (3 emas) dan Laos (2 emas). Dua negara, Brunei dan Timor Leste harus pulang tanpa membawa medali emas.

Perolehan  Malaysia ini melonjak jauh dibandingkan perolehan saat SEA Games berlangsung di Singapura pada 2015 lalu.

Saat itu, Malaysia mendapatkan 62 medali emas.

Namun dengan posisi sebagai tuan rumah, kedudukan juara umum bukan hal yang asing.

Thailand meraih 183 medali emas dari 477 yang diperebutkan saat menjadi tuan rumah pada 2007.

Sementara Indonesia, saat menjadi tuan rumah pada 2011 lalu meraih 182 dari 554 medali emas yang diperebutkan.

Sementara, SEA Games kali ini juga tak lepas dari kontroversi soal kecurangan tuan rumah.

Kecurangan Malaysia di SEA Games 2017
Kecurangan Malaysia di SEA Games 2017 (Tribunstyle/kolase)

Dimulai dari insiden terbaliknya bendera Indonesia di buku acara. Kubu Indonesia menilai sejumlah kecurangan dilakukan terhadap atlet mereka.

Di cabang pencak silat, atlet Malaysia dituduh mendapat keuntungan dari keberpihakan wasit sehingga mengalahkan atlet Indonesia yang selama ini selalu mengalahkannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved