Malang Raya
Ini Kronologis Bocah Asal Sukun Kota Malang yang Teler Karena Permen Boneka
Rasa permen itu digambarkan Sulastri dari keterangan anaknya, rasanya pedas dan pahit.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Saat perjalanan pulang ED sudah tidak kuat berjalan dan ambruk di jalanan.
Sebab setelah makan permen ini, kaki anaknya langsung lemes. Untuk melangkah jalan sulit. Selain itu bawannya juga mengantuk.
Beruntung warga sekitar tahu rumah ED dan diantarkan pulang naik mobil warga.
Sebagai gambaran, jarak rumah ED ke sekolah cukup jauh. Jika jalan kaki butuh waktu 30 menit.
ED biasanya jalan kaki PP atau kadang ikut bareng temannya dibonceng sepeda.
Perwakilan dari SDN Bakalan Krajan 1 juga sudah ke rumah ED pada Sabtu malam (16/9/2017) pukul 21.00 WIB.
Kepala sekolahnya, Lilik sudah menengok ED.
Senin (18/9/2017), ED akan masuk sekolah biasa. Namun boleh tidak ikut upacara jika kondisinya belum memungkinkan.
Kondisi ED sempat membuat heboh warga Malang.
ED pingsan setelah mengkonsumsi benda itu sekitar pukul 10.00 Wib, Sabtu (16/9/2017).
Ia tidak sadarkan diri sampai dua kali, dan dilarikan ke dokter. Awalnya ia dilarikan ke seorang dokter yang membuka praktik di sebuah apotek di Kecamatan Sukun, ia sempat dikabarkan dirujuk ke RST Soepraoen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bocah-berinisial-ed-asal-kota-malang-yang-sempat-pingsan-usai-mengonsumsi-permen_20170916_195112.jpg)